Harga Timah Melonjak USD 28.745 Per Ton, Tertinggi Dalam 10 Tahun

Abeng    •    Senin, 03 Mei 2021 | 09:37 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Harga timah untuk kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik ke level tertinggi sejak Agustus 2011.

Pekan lalu harga menembus USD 28.745 per metrik ton selama perdagangan atau naik sebesar 5% sebelum pada penutupan Jumat (30/4/2021) tertahan di USD 28.200 per metrik ton.

Pemicu kenaikan harga timah dunia menyusul berita dari salah satu pemasok utama pasar Malaysia Smelting Corp (MSC) keterbatasan produksi akibat peleburan dalam perbaikan.

Fast Market melaporkan harga timah LME mencapai USD 28.595 per ton pada hari Rabu di tengah berita bahwa produsen timah terbesar ketiga dunia, MSC tidak akan kembali ke kapasitas peleburannya.

Berita tersebut menghantam pasar yang sudah sangat kekurangan pasokan dari sisi fisik, beberapa pelaku pasar memperkirakan sekitar 5% dari total produksi timah akan hilang karena kesulitan peleburan MSC. Akibatnya, logam ditutup naik 5,1% pada USD 28.539 per ton, naik dari sehari sebelumnya USD 27.150 per ton. Laju kenaikan harga timah sampai pembukaan pasar pada Kamis pagi menembus USd 28.745 per ton  sebelum akhirnya turun di USD 28.200 per ton pada penutupan pasar akhir pekan.

Fast Markets melaporkan bahwa premium untuk timah kadar standar mencapai US $ 2.000 / ton minggu lalu, tetapi US $ 3.000 / ton premium sudah dilaporkan di pasar.
Sedangkan International Tin Association mengatakan dampak pengumuman MSC  ini melebihi penurunan kapasitas peleburan. 
"MSC biasanya mengirimkan kembali logam ke klien dalam waktu 30 hari, tetapi sekarang memperpanjang pengembalian logam menjadi 60 hari, secara efektif menggandakan kekurangan di pasar. Namun, konsentrat tol bukanlah mayoritas dari bisnis MSC," tukis James Wilboughry Analis Pasar ITA di situs resminya internationaltin.org . (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL