Himpun Data UMKM, Disperindag Pangkalpinang Optimalkan SIKP

Hendri Dede PKP    •    Rabu, 28 April 2021 | 21:01 WIB
Lokal
Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Kota Pangkalpinang.(hen/wb)
Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Kota Pangkalpinang.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Kota Pangkalpinang optimalkan penggunaan sistem informasi kredit program (SIKP) untuk menghimpun data calon pelaku UMKM dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kabid Koperasi dan UMKM Disperindag Kota Pangkalpinang, Nurledi mengatakan, plafon program KUR tanpa jaminan kini naik dari sebelumnya Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, dengan suku bunga 6 persen per tahun.

"KUR merupakan skema kredit khusus untuk pelaku UMKM. Sekarang plafon KUR naik dari Rp 50 juta sampai Rp 100 juta," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/4/2021).

Di dalam pengajuan KUR tersebut, kata Nurledi, pihak Disperindag akan menghimpun data calon pelaku usaha atau UMKM yang potensi minat KUR ke daftar SIKP agar mempermudah pihak penyalur KUR. 

"UMKM yang masuk ke SIKP ini nantinya bisa langsung terpantau oleh pihak bank, yang memiliki potensi untuk mengakses KUR," katanya.

"Besaran suku bunga KUR Mikro adalah 6 persen per tahun. Iya, KUR Mikro tanpa jaminan selama jenis usahanya memenuhi kelayakan," kata Nurledi.

Sejauh ini ada berapa data penerima pinjaman KUR di Pangkalpinang tidak terpantau oleh pihaknya secara langsung, sebab katanya, pengajuan dilakukan langsung melalui unit perbankan. Namun, jika pelaku usaha tersebut melalui SIKP di Disperindag bisa terpantau oleh Disperindag.

"Pihak bank biasanya menyampaikan serapan KUR itu secara provinsi, jadi baru bisa diketahui serapan untuk kabupaten/kota," kata Nurledi.

Selain itu, Nurledi mengatakan salah satu syarat penerima KUR Mikro ini adalah tidak dalam sebagai penerima BLT BPUM.

"Jika pelaku usaha tersebut mampu mengakses KUR, pelaku usaha tersebut dianggap memiliki kemampuan atau sudah cukup mapan pada usahanya. Jadi blt BPUM ini menyasar pada pelaku UMKM yang tidak tersentuh oleh bank," tukasnya.(hen/wb) 




MEDSOS WOWBABEL