BPOM Babel Buru Jajanan Puasa Mengandung Borak dan Formalin di Basel, Ini Hasilnya

Aston    •    Selasa, 27 April 2021 | 21:35 WIB
Lokal
Petugas BPOM Provinsi Bangka Belitung sedang menguji sejumlah jajanan buka puasa yang dijual di seputaran Kota Toboali.(as/wb)
Petugas BPOM Provinsi Bangka Belitung sedang menguji sejumlah jajanan buka puasa yang dijual di seputaran Kota Toboali.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Memasuki pertengahan bulan Ramadan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan pengecekan terhadap jajanan berbuka puasa di Kota Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (27/4/2021). 

Beberapa titik lapak pedagang di Toboali yang menjual jajanan berbuka puasa didatangi petugas BPOM. Satu per persatu jajanan di beli petugas untuk dilakukan pengujian apakah mengandung bahan berbahaya, seperti borak dan formali. Pengujian dilakukan petugas langsung di lokasi. 

Kepala Kantor BPOM Bangka Belitung, Hermanto mengatakan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Bangka Selatan melakukan pengecekan di Toboali telah berlangsung selama dua hari yang mulai berlangsung 26 April kemarin.  

"Kemarin yang diambil sebagai sampel sebanyak 25 sampel dan hari ini juga ada 25 sampel. Sampel kami beli dari lima lokasi berbeda yakni Gedung Nasional, Kampung Nelayan, Kampung Bukit, Pasar dan Teladan," ungkal Hermanto kepada wartawan.

Adapun yang menjadi sampel seperti puding jagung, bubur mutiara, otak otak daun, empek-empek, roti ambon, burgo dan jajanan berbuka puasa lainnya.  

"Parameter uji, yakni Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan pewarna Metanil Yellow.  Hasil pengujian lima puluh sampel dari lima tempat ini hasilnya semuanya negatif baik formalin, boraks, Rhodamin B, dan pewarna Metanil Yellow, " ungkapnya

Dari hasil pengecekan tersebut, BPOM Babel menyatakan bahwa, jajanan berbuka puasa di Kota Toboali aman untuk dikonsumsi. BPOM berharap agar pedagang mengutamakan kesehatan dalam menjajakan dagangannya dengan tidak menggunakan bahan berbahaya dan dilarang pemerintah. 

" Memang efek dari mengonsumsi makanan yang mengandung bahan bahan berbahaya ini tidak langsung terlihat, tapi efek jangka panjangnya membahayakan kesehatan seperti dapat menyebabkan kanker," tukasnya.(as/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL