Sabu Berbungkus Permen, Pengungkapan Terbesar Polres Bangka

Dwi H Putra    •    Sabtu, 24 April 2021 | 17:34 WIB
Lokal
Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan SIK saat konferensi pers di Mapolres Bangka, Jumat (23/04/2021).(dwi/wb) .
Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan SIK saat konferensi pers di Mapolres Bangka, Jumat (23/04/2021).(dwi/wb) .

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Peredaran sabu berbungkus permen yang diungkap Satresnarkoba Polres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan pengungkapan terbesar di tahun 2021.

Maka atas keberhasilan itu, Polres Bangka akan memberikan penghargaan kepada personel terkait pengungkapan kasus narkotika ini. 

"Ini pengungkapan terbesar, biasanya hanya bandar kecil atau pengedar saja. Tapi ini bandar besar dengan modus yang sangat rapi," kata Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan SIK di Sungailiat, Sabtu (24/4/2021). 

"Atas keberhasilan ini maka Polres Bangka akan memberikan penghargaan kepada personel," ujarnya. 

Lanjutnya terkait pengembangan kasus ini, Polres Bangka berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Babel supaya dapat terungkap asal dan siapa bandar besar lainnya sebagai pemasok kepada pelaku Ari Priyanto alias Ari (45). 

"Kami sudah berkoordinasi Ditresnarkoba Polda Babel, agar pengembangan dapat dilanjutkan lagi," jelas AKBP Widi Haryawan. 

Diketahui, Satresnarkoba Polres Bangka berhasil menangkap Agus Salim alias Agus Gam (33) warga yang berdomisili di Lingkungan Sri Bulan, Kelurahan Sungailiat, Kabupaten Bangka dan Ary Priyanto alias Ari (41) warga Taman Pesona Bangka. 

Satresnarkoba berhasil mengamankan Agus Gam, Sabtu (17/4/2021) lalu kemudian dilakukan pengembangan dan diamankan Ari pada Kamis (22/4/2021) di Gedung Juang Sungailiat ketika hendak transaksi. 

Pelaku Agus ketika hendak diringkus sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor, kendati sudah dikeluarkan tembakan peringatan namun tetap berusaha kabur, akhirnya personel menembak ke arah pelaku namun mengenai mesin sepeda motor. 

Tembakan selanjutnya mengenai kaki kiri pelaku, pelariannya gagal dan berhasil diamankan personel Satrenarkoba. 

Lanjutnya, modus pelaku mengedarkan sabu berbungkus permen ini dengan cara membuka bungkus kecil permen lalu memasukkan sabu seberat 0,88 gram sabu. 

Ketika digeledah dari tangan para pelaku ditemukan barang bukti sebanyak 24 bungkus permen berisikan sabu, kemudian dilakukan pengembangan ke kediaman pelaku, ditemukan barang bukti yang lebih besar lagi diantaranya tiga bungkusan permen yang sudah dimodifikasi berisikan tiga kantong plastik bening berisikan kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto seberat 0,88 gram, sebanyak 21 bungkusan permen yang dimodifikasi berisikan 21 kantong plastik bening berisikan kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dg berat bruto 6,55 gram, satu bungkusan permen yang dimodifikasi berisikan satu kantong plastik bening berisikan kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,57 gram. 

Selain itu sebanyak tiga kantong plastik besar berisikan kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 152,46 gram, enam kantong plastik berisikan kristal putih diduga narkotika sabu dalam bekas kaleng cat mowilex dengan berat bruto 216,41 gram, dua kantong plastik berisikan kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dalam kotak rokok marlboro putih berat bruto 3,53 gram, tujuh kantong plastik berisikan kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dalam bekas kaleng cat lippo paint dengan berat bruto 29,75 gram. 

Sebanyak dua kantong plastik besar berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu kantong asoi merah di dalam bekas kaleng cat lippo paint dengan berat bruto 73,59 gram, satu kantong plastik besar berisikan kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dalam bekas kaleng cat lippo paint dengan berat bruto 103,34 gram, satu kantong plastik besar berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu ditemukan di lemari pakaian berat bruto 525,48 gram. 

Tidak itu saja diduga ganja di dalam toples plastik dengan berat bruto 213,10 gram, dua bungkus kertas berisikan diduga narkotika jenis ganja dalam bekas kaleng cat mowilek dengan berat bruto 13,43 gram, satu butir diduga ektasi atau inex warna hijau ditemukan dalam dompet warna unggu berat bruto 0,45 gram, satu buah timbangan digital besar, dua kaleng cat yaitu mowilek dan lippo paint, satu unit alat press plastik, lima pcs permen untuk dimodifikasi sebagai akses transaksi narkoba jenis sabu.

Satu bungkus bekas bungkus teh dari China untuk pembungkus narkotika jenis sabu, satu dus plastik strip bening berbagai ukuran, dua buku tabungan BCA, dua unit handphone merek Samsung warna merah dan hitam dan uang senilai Rp. 558.000, satu butir pil ekstasi, daun ganja kering, mesin pres dan empat unit handphone.

"Pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika yakni memiliki, menyimpan dan menguasai, memgedarkan dan menjual narkotika jenis sabu," pungkasnya. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL