Misteri Kematian Bohel Terkuak, Ini Para Pelakunya

Dwi H Putra    •    Jumat, 23 April 2021 | 17:38 WIB
Lokal
Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan SIK saat konferensi pers di Mapolres Bangka, Jumat (23/04/2021).(dwi/wb) .
Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan SIK saat konferensi pers di Mapolres Bangka, Jumat (23/04/2021).(dwi/wb) .

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Misteri tewasnya Hendra alias Bohel (25) warga Desa Labu Air Pandan, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang ditemukan terkapar di pinggir Jalan Raya Desa Kota Kapur, akhirnya terkuak.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta keterangan empat orang rekan korban yang diamankan Polres Bangka, ternyata Bohel tewas dibunuh.

"Awalnya rekan-rekan korban ini mengaku korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), ternyata setelah diperiksa intensif akhirnya rekan-rekannya ini sudah menganiaya korban yang berujung korban meninggal dunia," kata Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan SIK, JumatĀ  (23/4/2021).

"Hal ini terungkap setelah salah seorang pelaku mengaku, melihat pelaku lainnya membacok korban menggunakan sebilah parang," imbuh kapolres.

Sementara itu, keterangan pelaku lainnya turut serta memukul korban menggunakan tangan, lalu dua pelaku (satu masih dalam pencarian--red) lainnya membacok secara bergantian mengenai bagian kepala sebelah kanan dan kaki kanan korban.

"Jadi pelaku ini ada lima orang, empat sudah diamankan dan satu masih dalam pengejaran," kata kapolres.

"Tiga orang pelaku memukul menggunakan tangan secara bersamaan, lalu dibacok dua pelaku lainnya yang memang sudah membawa parang dari rumah," ungkap kapolres.

Keempat pelaku yang berhasil diamankan yakni Romadi Saputra alias Godang (17), Hendra alias Hen (23) keduanya kakak adik warga Galang Luar Desa Penagan Kecamatan Mendobarat, lalu Jeki Subakti alias Jeki (20) warga Desa Labuh Air Pandan Kecamatan Mendobarat dan Aswandi alias Ceo (30) warga Kota Kapur Mendobarat.

Ironisnya, sebelum menghabisi korban, keempat pelaku serta Sa (DPO) sempat nongkrong dan minum minuman keras (Miras) jenis arak secara bersama-sama di rumah milik Ceo.

"Keempat pelaku berikut barang bukti satu bilah parang masih diamankan di ruang tahanan Polres Bangka, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tutur kapolres.

"Para pelaku dijerat Pasal 338 ayat 2 ke 3 dan Pasal 170 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 dan 13 tahun penjara," pungkasnya. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL