Tidak Ada IUP Zirkon di Bangka Barat

Chairul Aprizal    •    Rabu, 21 April 2021 | 13:44 WIB
Lokal
Caption: Kepala Cabang Dinas ESDM wilayah Kabupaten Bangka Barat Abdullah Sani. (rul/wb)
Caption: Kepala Cabang Dinas ESDM wilayah Kabupaten Bangka Barat Abdullah Sani. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kepala Cabang Dinas ESDM wilayah Kabupaten Bangka Barat Abdullah Sani menyebutkan belum ada satupun Izin Usaha Pertambangan (IUP) Zirkon di Kabupaten Bangka Barat sampai sekarang.

"Tidak ada IUP Zirkon, data lama tidak ada, tapi kalau IUP nya terbitan dari Menteri kita kurang tahu, kalau dari ESDM tidak ada, cuma kalau yang diterbitkan Kementerian kita juga tidak dapat infonya," ucap Abdullah Sani, Rabu (21/04/2021).

Abdullah menyebutkan sementara ini tidak dapat berikan penjelasan beralasan masih dalam kondisi transisi.

"Kalau data terakhir kita tidak ada, kalau untuk data yang izin IUP dari Kementerian kita belum punya gambaran," katanya. 

Ia mengatakan, Cabdin ESDM Bangka Barat sementara ini tidak akan berikan penjelasan untuk izin pertambangan karena urusan izin ada di Kementerian. Diriny juga enggan menyebutkan jumlah IUP di Kabupaten Bangka Barat sampai saat ini karena memang tidak bisa untuk dipublikasikan.

"Kita sambil nunggu PP dan Perpres, kecuali hal-hal konflik mau tidak maulah kita memfasilitasi, kondisi normal kita nunggu PP dan Perpresnya dari Undang-undang nomor 3 tahun 2020," ujarnya.

Pihaknya, kata dia tidak ada kewenangan untuk data dan keterangan pertambangan, pihaknya hanya melakukan tugas terkait penambangan sebatas memantau ketika terjadinya konflik sosial.

"Selama PP dan Perpres hanya itu yang bisa kita lakukan, kalau untuk data ke Provinsi dulu baru bisa disampaikan," sebut Abdullah Sani.

"Kita tidak bisa publikasikan untuk data detail karena itu Kementerian sudah disampaikan ke Kementerian karena wewenang kementerian masalah izin. Hingga semua data perpanjangan, peningkatan, sama yang aktif, kita punya data. Cuma mohon maaf tidak bisa dipublikasikan," sambungnya.

Abdullah Sani menuturkan yang boleh untuk disampaikan ke publik hanya bersifat konflik sosial yang saat ini terpantau oleh Cabdin ESDM Bangka Barat kasus konflik pertambangan sudah dua kali terjadi.

"Konflik Teluk Kelabat baru-baru ini, sama yang di awal akhir tahun kemarin yang di Belo KIP, kalau Teluk Kelabat kita hanya memantau pasca itu kita pantau," tuturnya. (rul/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL