Usai PIP Liar Ditertibkan Petugas, Hasil Tangkap Nelayan di Teluk Kelabat Dalam Membaik

Hafiz Wow    •    Senin, 12 April 2021 | 11:47 WIB
Lokal
Aktivitasd Nelayan di Teluk Kelabat Dalam.(ist)
Aktivitasd Nelayan di Teluk Kelabat Dalam.(ist)

BELINYU, www.wowbabel.com --  Forum Nelayan Pecinta Teluk Kelabat Dalam (FNPTKD) menggelar rapat koordinasi nelayan, Minggu (11/4/2021) di Pulau Dante, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh desa-desa yang tergabung di FNPTKD. Dalam pertemuan ini, membahas langkah-langkah yang akan dilakukan nelayan setelah bersihnya tambang jenis ponton isap produksi (PIP) liar yang beroperasi di Teluk Kelabat Dalam.

Semenjak enam hari aktivitas PIP ditertibkan aparat, FNPTKD merasa bersyukur karena aktivitas nelayan tidak lagi terganggu.

“Kegiatan rembuk nelayan ini kami lakukan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar nelayan Teluk Kelabat Dalam. Dan dalam rangka nenyusun dan merencanakan kegiatan yang akan dilakukan atas nama forum nelayan untuk menjaga lingkungan di Teluk Kelabat Dalam, sehingga harapan kami tidak ada lagi kegiatan pertambangan illegal di sini," ungkap Maryono, Ketua Umum FNPTKD, Minggu (11/4/2021).

Sebelumnya, nelayan Dusun Bukit Tulang, Desa Riding Panjang dan sekitarnya, memperlihatkan hasil tangkapnya yakni udang A dengan nilai jual yang tinggi, hingga mencapai Rp 100.000 per kilogram. Nelayan menyebutkan hasil tangkapnya meningkat enam hari belakangan setelah ditertibkannya tambang-tambang ilegal di wilayah tersebut.

Dalam waktu dekat, Maryono bersama nelayan lainnya berkeinginan untuk membuat rumpon, kilong, dan tuguk. Dengan tujuan, dapat memberikan nilai tambah bagi rekan-rekan nelayan.

Ia juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menulusuri anak-anak sungai di sekitar teluk kelabat dalam, yang disinyalir menjadi tempat persembunyian PIP untuk menghindari razia dari petugas.

"Kalo masih parkir di wilayah Teluk Kelabat Dalam, besar kemungkinan dugaan kami selaku nelayan ini mereka masih akan kembali dalam waktu dekat, mohon kiranya aparat penegak hukum yang kami hormati dan kami percayai bisa mengusut tuntas permohonan kami ini," ungkap pria yang akrab disapa Yon.

 Menurut Akoi, nelayan yang sering menjala udang di Pulau Dante, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada aparat penegak hukum yang telah menertibkan tambang ilegal.

Dengan hasil tangkapan yang mulai membaik, Akoi berharap laut di daerahnya tetap bersih dengan tidak ada lagi aktivitas pertambangan laut sesuai Perda RZWP3K. Untuk menafkahi keluarga, nelayan menggantungkan kehidupannya di laut.

"Walaupun sangat kami sesalkan wilayah-wilayah yang biasanya tempet kami menjala sudah rusak. Sehingga kami tidak bisa lagi menjala di tempat yang sudah ditambang, karena banyak biji-biji tambang dan stik-stik yang patah bekas dari tambang illegal tersebut. Dan harapannya yang masih bagus jangan dirusak, sehingga bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang,” tandasnya.(fiz/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL