Sudah Bebas dari LTJ, Zirkon Boleh Diekspor

Sebanyak delapan kontainer yang berisi kurang lebih 200 ton mineral ikutan Pasir Zirkon yang rencananya akan dikirim ke China terancam batal diekspor. (fn/wb)
Sebanyak delapan kontainer yang berisi kurang lebih 200 ton mineral ikutan Pasir Zirkon yang rencananya akan dikirim ke China terancam batal diekspor. (fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menginginkan aturan ketat ekspor Pasir Zirkon untuk diberlakukan. Selain sudah memenuhi kadar 65,99%, zirkon yang akan diekspor harus bebas dari  kadungan mineral lain seperti timah,  ilmenit, monasit, hingga xenotime. 

"Aturan ini di ESDM, saat ini yang boleh dikirim adalah zirkon sudah dimurnikan sebesar 65,9 persen. Zirkon di Babel ini merupakan limbah dari hasil pengolahan bijih timah tapi masih memilki mineral yang punya nilai ekonomis lebih tinggi," kata Erzaldi saat memdampingi tim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (9/4/2021).

Oleh sebab itu, kata Erzaldi aturan tentang tatacara pengolahan zirkon untuk ekspor wajib dipenuhi. Meski sudah mendapat verifikasi asal barang dari surveyor,  selain kadar, kandungan mineral lain juga diperiksa.

“Aturan ini harus kita ikuti. Tetapi ada satu hal yang harus kita tindak lanjuti lagi. Ketika akan diekspor selain diperiksa oleh surveyor, mineral yang tadinya telah dimurnikan tentunya meninggalkan sisa. Sisanya sudah pasti timah, monasit, ilmenit, tinggal persentasenya lagi yang perlu kita cek kembali di lapangan. Mungkin ini bisa menjadi salah satu di dalam aturan yang kita tambahkan,” ujar Erzaldi.

Gubernur bersama tim dari Kementerian Bidang Maritim dan Investasi sempat meninjau pabrik pengelohan zirkon di Kabupaten Bangka. Termasuk pabrik milik PT Cahaya Alam Lestari yang hendak mengekspor zirkon ke China namun tertahan di Pelabuhan Pangkalbalam. 

Sebanyak 200 ton zirkon dalam karung yag berada di delapan kontainer oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral diperiksa kembali baik kadar maupun kandungannya sebelum diekspor. Jika dari hasil pemeriksaan kadar belum memenuhi sarat 65, 99% dan terdapat kandungan mineral logam tanah jarang lainnya untuk diolah kembali kemudian baru diekspor, baik zirkon maupun mineral ilmenit, monasit, dan xenotime yang diekspor sudah terpisah.  

Mineral ikutan ini cukup memiliki potensi sebagai pendapatan negara dan berpotensi sebagai kerugian negara apabila tidak dikelola dengan baik. Karena mineral ikutan atau sisa hasil produksi timah memiliki nilai yang cukup strategis.(dwi/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL