Radikalisme dan Terorisme Serta Peran Organisasi Mahasiswa

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 09 April 2021 | 19:36 WIB
Opini
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)


Oleh: Rizqi khulafahu Shidqi (Mahasiswa STIE PERTIBA/Ketua Umum HMI Cabang Bangka Belitung)


Radikalisme dan terorisme menjadi polemik yang hangat untuk diperbincangkan hingga saat ini acaman agama dan ancaman bagi Negara Keatuan Repuklik Indonesia (NKRI). Paham itu sendiri sangat mudah menyebar ketingkat pemahaman yang lebih rendah. Tujuannya tidak lain untuk menghancurkan antar golongan. Radikal ini umumnya melakukan dengan cara yang bertentangan dengan norma-norma sosial yang berlaku. Agar keinginanya tercapai dengan cara merusak.

Sebagai mana dijelaskan para ahli, Radikalisme adalah ide gagasan, paham yang melakuakan perubahan politik dan sosial dengan cara kekerasan/ektrim. Sedangkan radikalisme dalam bahasa arab disebut ‘’ syiddah attanatu’’. Artinya keras, arti lain kata ‘’radikalisme’’ berasal dari kata latin ‘’radik’’ artinya akar atau yang memiliki akar. Sehingga berpikir sempit eksklusif, otoriter hingga memonopoli kebenaran. Serta memandang setiap agama lain terlalu ekslusif. Sikap tindakan radikalisme adalah tindakan seseorang yang tentu menggunakan kekerasan mengusung perubahan yang dicapainya. Hingga perubahan tersebut dibuat dalam tempo singkat dan drastis yang bertengtangan dengan norma sosial berlaku. Dengan cara ini sering membuat kegaduhan hingga menimbulkan korban jiwa.

Aksi radikalisme selama ini terus digaungkan dan berkembang hingga menjadi isu secara global. disadari atau tidak bahwa isu ini sering dikaitkan stigma dengan agama. Padahal radikalisme sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun termasuk dalam agama islam. Diekspresikan dengan keberagaman yang kolot, intoleran dan keras. Secara tidak langsung agama selalu disudutkan dengan ancaman radikal. Bermula dari pemikiran doktrin yang sangat ektrim, keras memandang terhadap yang berbeda paham antar kelompok suatu golongan.

Islam sering dikaitkan dengan kelompok islam radikal sehingga kelompok islamisme radikal sering melakukan aksi dan gerakan yang menolak ideologi pacasila. Dimana Negara Kesatuan Repuplik Indonesia (NKRI) menerapkan ideologi pancasila tercantum dalam UUD 1945. Karena ini menganggap tidak keberpihakan dan dianggap tidak pro islam. Tentu saja kelopok seperti ini sangat berbahaya untung bangsa dan negara (NKRI). Bahwa perlu diingatkan kelompok yang radikalisme bukan hanya kelompok islamisme yang berbahaya bagi tatanan yang dicap sebagai radikalisme.



MEDSOS WOWBABEL