Kemenkonya Luhut Dorong Pengolahan Industri Logam Tanah Jarang Babel

Abeng    •    Jumat, 09 April 2021 | 15:34 WIB
Nasional
Staff Komenko Marves bersama Gubernur Bangka Belitung saat mengunjungi salah satu perusahaan pengelolah zikron.(fn/wb)
Staff Komenko Marves bersama Gubernur Bangka Belitung saat mengunjungi salah satu perusahaan pengelolah zikron.(fn/wb)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan membentuk kelompok kerja (pokja) pengelolaan limbah penambangan bijih timah guna meningkatkan produksi dalam negeri yang bernilai ekonomi tinggi.

Salah satunya adalah pengolahan industri logam tanah jarang (LTJ) yang diperoleh dari limbah pengolahan bijih timah di Bangka Belitung (Babel).

"Limbah penambangan bijih timah seperti monazit, ilmenit, zirkon dan mineral ikutan lainnya ini memiliki potensi sebagai pendapatan negara," kata Nani Hendriati Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Maritim dan Investasi usai melakukan rapat koordinasi Pangkalpinang, Jumat (9/4/2021).

Oleh sebab itu, Kemenko Bidang Maritim dan Investasi akan membentuk  pokja untuk  mengkaji pengembangan industri pemanfaatan kandungan logam tanah jarang merupakan mineral ikutan bijih timah.

"Mineral ikutan timah ini harus dikelola dengan baik, jika tidak tentunya berpotensi sebagai kerugian negara termasuk daerah ini sebagai penghasil timah nomor dua terbesar dunia," katanya.

Nani menambahkan pembentukan pokja sangat penting, agar limbah penambangan bijih timah dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk industri dalam negeri.

"Tim  ini difokuskan untuk mendukung produksi dalam negeri, di mana saat ini pemerintah sedang mendorong Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk meningkatkan pendapatan negara," ujarnya.

Adapun ruang lingkup kerja tim pokja  meliputi pendataan jumlah atau volume limbah tambang timah di setiap usaha tambang timah dan smelter, melakukan penelitian kandungan elemen penting sisa hasil pengolahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu Gubernur Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman  mendukung Kemenko Maritim dan Investasi yang mendorong Babel sebagai provinsi percontohan dalam pengelolaan mineral ikutan timah ini. Apalagi Kemenko Maritim dan Investasi ingin Babel sebagai daerah percontohan  pengelolaan limbah tambang timah yang tersebar di Bangka Belitung.(wb/*)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL