1.950 Kilogram Kayu Gaharu Tanpa Dokumen Diamankan Tim Gabungan Lantamal IX Ambon dan KLHK

Tim_Wow    •    Selasa, 23 Maret 2021 | 20:51 WIB
Nasional
Tim Pengumpulan Data dan Informasi Tindak Pidana Kehutanan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK dan Lantamal IX Ambon, Senin (15/3/2021) berhasil mengamankan 1.950 kilogram Kayu Gaharu yang diselundupkan dengan menggunakan dokumen angkut coklat atau kakao. Penemuan ini didasarkan adanya kejanggalan yang dirasakan oleh petugas terhadap kemasan untuk memuat coklat.(ist).
Tim Pengumpulan Data dan Informasi Tindak Pidana Kehutanan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK dan Lantamal IX Ambon, Senin (15/3/2021) berhasil mengamankan 1.950 kilogram Kayu Gaharu yang diselundupkan dengan menggunakan dokumen angkut coklat atau kakao. Penemuan ini didasarkan adanya kejanggalan yang dirasakan oleh petugas terhadap kemasan untuk memuat coklat.(ist).

AMBON, www.wowbabel.com -- Tim Pengumpulan Data dan Informasi Tindak Pidana Kehutanan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK dan Lantamal IX Ambon, Senin (15/3/2021) berhasil mengamankan 1.950 kilogram Kayu Gaharu yang diselundupkan dengan menggunakan dokumen angkut coklat atau kakao. Penemuan ini didasarkan adanya kejanggalan yang dirasakan oleh petugas terhadap kemasan untuk memuat coklat.

Kegiatan pengamanan Kapal KM Clarity 08 bermula karena adanya indikasi pemuatan kayu yang diduga ilegal lantaran dimuat dari kapal tongkang langsung ke KM Clarity 08. Selain itu, kapal melakukan pelayaran tidak sesuai dengan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Kapal seharusnya berlayar dari Bintuni dengan tujuan Gresik namun singgah di Bemo, Seram Bagian Timur untuk memuat kopra. Pada saat pemeriksaan bersama, Tim Lantamal IX Ambon dan Gakkum LHK menemukan sebanyak 31 (tiga puluh satu) koli yang berisi Kayu Gaharu (Soa-soa) tidak masuk dalam manifest kapal yang dimuat dalam kontainer. Saat ini Barang Bukti (BB)  tersebut diamankan oleh Lantamal IX Ambon di Dermaga Tawiri Lantamal IX Ambon.

 “Penanganan kasus ini diharapkan dapat diselesaikan secara bersama-sama antar instansi. Ini merupakan awal yang baik untuk menjalin kerjasama antara KLHK dan TNI AL khususnya di Provinsi Maluku. Lantamal akan tetap memproses tindak pidana pelayaran dan KLHK memproses tindak pidana kehutanan. Terkait BB Kayu Gaharu akan segera kami limpahkan proses penangananya kepada Gakkum LHK,” ungkap Komandan Lantamal IX Ambon, Laksmana Pertama TNI Eko Jokowiyono SE MSi

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, SustyoIriyono,  menambahkan hasil pengamanan Kayu Gaharu ini merupakan pengembangan dari pemeriksaan Kapal KM Clarity 08 yang awalnya diduga memuat kayu ilegal dari Bintuni ke Gresik. Kayu Gaharu merupakan komoditi yang cukup mahal dan diminati oleh pelaku usahasehingga banyak cara yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan dari kayu ini. 



MEDSOS WOWBABEL