Pialang Hingga Asosiasi Industri Logam Tolak Digitalisasi Bursa LME

Abeng    •    Rabu, 17 Maret 2021 | 16:25 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

LONDON,www.wowbabel.com -- Rencana bursa komoditas logam terbesar di dunia London Metal Exchange (LME) menutup lantai bursa terbuka untuk dilaihkan ke digital mulai mendapat tantangan. Perusahaan pialang, pelanggan yang menggunakan jasa LME dalam jula beli logam hingga asosiasi perdagangan untuk industri logam menolak rancana perubahan tersebut.

Bahkan perusahaan perdagangan logam milik negara terbesar di China (Minmetals)  menyatakan perubahan besar sistem perdagangan LME yang menutup lantai perdagangan terbuka akan menjadi "bencana" dan dapat mendorong perdagangan dari Inggris ke Shanghai.

Sebagaimana ditulis Jim Armitage :  Chinese state-owned giant warns of “disaster” of London Metal Exchange reform plans dalam www. standart.co.uk, LME telah mengajukan rencana untuk menutup lantai perdagangan tatap muka bersejarahnya yang dikenal sebagai Ring dan mengubah cara pasar menawarkan kredit kepada pelanggan.

Evening Standard mendokumentasikan penolakan besar terhadap rencana tersebut dari pialang dan pelanggan mereka di dunia jual beli logam, termasuk asosiasi perdagangan utama untuk industri logam besar Jerman yang memasok pembuat mobil dan pabrikan lainnya pekan lalu.

Hari ini, terungkap bahwa Minmetals, pedagang besi dan baja terbesar di China bahkan termasuk salah satu pedagang logam dan mineral terbesar di dunia tegas menyatakan penentangannya.

Kemarahan Minmetals pada rencana tersebut sangat jelas mengingat LME sekarang dimiliki oleh Bursa dan Kliring Hong Kong, yang pemegang saham terbesarnya adalah pemerintah Hong Kong yang dipengaruhi China.

“Minmetals sangat menentang rencana untuk beralih ke sistem yang membuat pelanggan menyelesaikan kerugian margin teoretis mereka pada perdagangan setiap hari. Saat ini, pasar menyimpan kerugian dan keuntungan dari perdagangan klien dan memungkinkan mereka untuk menyelesaikannya saat kontrak mereka berakhir, yang mungkin berbulan-bulan ke depan,” tulis Jim.

Managing Director Minmetals Inggris Liangmin Gu mengatakan perubahan pada metodologi margin akan memiliki efek besar, meningkatkan biaya dan membuat LME kurang kompetitif terhadap rekan-rekannya.

"Dari perspektif Minmetals, perubahan (seperti yang diusulkan LME—red) akan menjadi bencana bagi penyediaan kredit LME," kata Liangmin Gu saat berbicara di Fastmarkets Copper Seminar

"Ketentuan ini telah terbukti menjadi fitur dan prioritas khusus di pasar global, dan efek pada peserta LME seperti Minmetals, perlindungan nilai fiskal yang sangat andal dan kredibel akan sangat besar," tambahnya

Dia mengatakan LME akan kehilangan daya saingnya terutama karena Shanghai International Energy Exchange. “Faktanya, biaya transaksi kami telah terakumulasi sejak LME diakuisisi oleh Bursa dan Kliring Hong Kong (pada tahun 2012), dan setelah beberapa tahun Anda dapat melihat kenaikan biaya dengan sangat mudah. Namun, dibandingkan dengan perubahan metodologi margin, saya khawatir penolakan oleh kami akan jauh lebih besar. "

Penolakan keras juga datang  dari asosiasi Verband Deutscher Metallhandler (VDM), asosiasi perdagangan untuk industri logam dari Jerman yang mengatakan proposal LME sangat buruk sehingga mengkhianati pemahaman pasar tentang bagaimana anggotanya sendiri beroperasi.

Dia menambahkan bahwa perdagangan terbuka LME, yang dilakukan di ruang transaksi yang melingkar disebut Cincin (Ring), lebih baik daripada perdagangan secara elektronik. (*)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE