Dua Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Total 26 Orang se-Kabupaten Bangka

Dwi H Putra    •    Jumat, 12 Maret 2021 | 20:48 WIB
Nasional
Pemakaman pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka.(ist)
Pemakaman pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka.(ist)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat penambahan dua orang pasien terkonfirmasi positif di daerah itu meninggal dunia, sehingga total menjadi 26 orang.

Kedua pasien atas nama Ys (68) perempuan warga Jalan Maria Goreti Sungailiat, sempat menjalani perawatan di RSUDB Sungailiat memiliki gejala sesak nafas, hilang rasa indera penciuman meninggal pada Kamis (11/3/2021) sekitar pukul 21.20 WIB dikebumikan sekitar 23.15  WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemujan Sungailiat. 

Selanjutnya, Lmj (64) perempuan warga Kuday Sungailiat, meninggal pada Jumat (12/3/2021) sekitar pukul 02.56 WIB memiliki gejala sesak nafas dan saturasi oksigen 80 persen diikebumikan sekitar pukul 07.30 WIB di TPU Kemujan Sungailiat 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengatakan kedua warga yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Sungailiat, sehingga total mencapai 26 orang se-Kabupaten Bangka. 

"Dari 26 orang tersebut berasal dari Kecamatan Sungailiat sebanyak 11 orang, Belinyu sebanyak tiga orang, Kecamatan Mendo Barat terdapat dua orang Kecamatan Pemali sebanyak empat orang, Kecamatan Merawang dua orang, Riau Silip dua orang dan Kecamatan Puding Besar sebanyak dua orang," kata Boy Yandra di Sungailiat. 

"Semua pasien Covid-19 yang meninggal dunia dilakukan penanganan sesuai standar operasional prosedur kesehatan mulai dari rumah sakit sampai pemakaman," ujarnya.

Sementara itu terkait angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka hingga saat ini mencapai 96,7 persen atau 2.064 orang dari total pasien positif sebanyak 2.134 orang.

Sedangkan terdata warga yang diketahui kontak erat mencapai 4.447 orang serta terdapat 253 orang masih menunggu hasil tes usap atau swab dari uji laboratorium di provinsi.

Boy Yandra mengimbau kepada masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta bagi warga yang dinyatakan positif baik dari hasil tes antigen maupun PCR dilarang melakukan isolasi mandiri.

"Harus mengikuti isolasi ditempat yang sudah disediakan pemerintah, guna mempermudah perawatan dan pengawasan," pungkas Boy Yandra. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL