Ekspor Timah dan Nontimah Babel Turun Drastis

Caption: Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng. (dok/wb)
Caption: Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng. (dok/wb)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat terjadi penuruna nilai ekspor timah dan non timah Bangka Belitung pada Januari 2021. Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Januari 2021 bernilai US$100,93 juta, turun 12,32 persen dibandingkan nilai ekspor Januari 2020. 

“Nilai  ekspor  timah  turun  23,77  persen,  dan  nontimah  naik 149,71 persen (y-on-y). Dibandingkan  dengan  bulan  sebelumnya  (m-to-m),  nilai ekspor turun 27,33 persen. Ekspor timah turun 23,20 persen dan ekspor nontimah turun 41,04 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng dalam berita resmi statistiknya, Senin (1/3/2021).

Berdasarkan negara tujuan ekspor Provinsi Babel selama  Januari  2021,  Singapura  menjadi negara terbesar menyerap ekspor timah, yakni 17,15  persen ( senilai US$14,06 juta), diikuti Korea Selatan, dan India. Sedangkan Myanmar menyerap 31,01 persen (US$5,88 juta) ekspor nontimah.

Nilai  ekspor  lemak  dan  minyak  hewan/nabati  (HS  15)  pada Januari 2021 mendominasi sebesar US$16,86 juta atau 88,88 persen  dari  jumlah  ekspor  nontimah  Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung.

Sedangkan untuk ekpsor timah di bulan Februari menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung akan ada peningkatan karena sudah terdata bertambahnya jumlah perusahaan eksportir yang akan mengirim timah.

Sedangkan negara tujuan ekspor timah Bangka Belitung pada Februari 2021 dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan yaitu, Singapura, Malaysia, Korea, India, Jepang, USA, Nederland, Vietnam, Taiwan, RRC, Italia, Turki, Canada, Bulgaria, Spanyol, dan Luxembourg.

Sedangkan laporan dari Asosiasi Timah Internasional (ATI) pada akhir Februari 2021, pasar timah di London Metal Exchange (LME) sedikit normal. Harga timah yang melambung hingga US$ 27.310 per ton langsung melemah ke US$ 25.875 per ton pada penutupan pasar Jumat pekan lalu.

Bakal masuknya timah asal Indonesia sebesar 4.395 ton selama bulan Februari 2021 menekan laju harga timah yang melesat  dengan harga tertinggi kurun 10 tahun ini. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL