Temui PT Timah Tbk, Komisi III DPRD Basel Bawa Aspirasi TI Tungau

Aston    •    Rabu, 24 Februari 2021 | 20:22 WIB
Lokal
Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Selatan, menemui  PT Timah Tbk guna membahas aktivitas penambangan di Perairan Toboali, Rabu (24/2/2021) di Pangkalpinang. (ist)
Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Selatan, menemui PT Timah Tbk guna membahas aktivitas penambangan di Perairan Toboali, Rabu (24/2/2021) di Pangkalpinang. (ist)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Selatan, menemui  PT Timah Tbk guna membahas aktivitas penambangan di Perairan Toboali, Rabu (24/2/2021) di Pangkalpinang. 

Aktivitas penambangan di perairan Laut Sukadamai yang tengah berlangung menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) dan Ponton Isap Produksi (PIP) menjadi topik pembahasan utama.

Ketua Komisi III DPRD Bangka Selatan, H Surianto bersama Wakil Ketua, Wendy serta Samsir Anggota Komisi III diterima langsung beberapa pejabat utama PT Timah, Purwoko selaku Direktur Niaga, General Manager (GM) Wilayah Babel, Robertus, dan Kepala Unit Laut Bangka , Rian Andri, serta Kabag Humas, Anggi Siahaan  

H Surianto mengatakan,  kedatangan mereka terutama bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat penambang sekala kecil atau TI Tungau yang berharap mendapat legalitas untuk ikut menambang.

"Aspirasi ini disampaikan ke kita, dan hari ini kita sampaikan kepada PT Timah apakah ada solusi untuk para penambang masyarakat kecil kita ini. Kalau memang bisa segera dibuat payung hukumnya agar masyarakat penambang kecil juga bisa menambang," kata Surianto. 

Ratusan Ponton TI Tungau yang melibatkan ribuan pekerja memang sempat melakukan penambangan di Perairan Laut Sukadamai beberapa waktu yang lalu, namun ditertibkan pihak keamanan lantaran terkendala legalitas.

" Kita selaku wakil rakyat berharap masyrakat kecil ikut diberikan kesempatan apalagi di tengah kondisi perekoniman saat ini," kata Politisi Golkar ini. 

Hanya saja ia menegaskan, nantinya PT Timah harus mengawasi ketat penambangan yang dilakukan masyarakat sesuai standar keamanan penambangan. Memperhatikan dampak lingkungan, serta  masyarakat  terdampak akibat adanya pertambangan.

"Semua harus diperhatikan dengan baik terutama masyarakat yang terdampak. Hasil produksi juga harus benar benar diawasi. Dan tadi kita juga menyampaikan beberapa hal lainnya, seperti konvensasi kepada masarakat harus benar tepat sasarannya dan juga tanggungjawab CSR PT Timah agar benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan mengutamakan pendidikan dan kesehatan," imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, Purwoko selaku Direktur Niaga PT Timah mengatakan perseoalan TI Tungau sudah ditindak lanjuti oleh PT Timah dan masih dalam proses persetujuan dari pemerintah pusat kementerian ESDM. Hal itu senada disampaikan Kepala Unit Laut Bangka, Rian Andri. Pihaknya juga menyampaikan, PT Timah terus berinovasi dalam melakukan ekploitasi khususnya tambang laut.(as/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL