Harga Timah Melonjak, MSC Target Produksi 60.000 Ton

Tim_Wow    •    Senin, 22 Februari 2021 | 14:02 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

KUALA LUMPUR, www.wowbabel.com -- Malaysia Smelting Corporation Bhd (MSCB) produsen timah  Malaysia melaporkan laba bersih sebesar RM 15,5 juta pada kuartal keempat (4Q) tahun 2020. Pad atahun 2021, MSCB menargetkan produksi timah 60.000 ton dengan mengoperasikan pabrik peleburan barunya.

Perusahaan yang pernah  menambang timah di Bangka melalui PT Koba Tin pada tahun 2020 mengalami kerugian bersih sebesar RM16,0 juta pada kuartal yang sama tahun lalu.

Perputaran laba MSCB didukung oleh harga rata-rata timah dunia lebih tinggi dan meningkatnya penjualan timah olahan selama kuartal tersebut. Untuk tahun 2020, pendapatan grup mencapai RM813,4 jut, tahun sebelumnya RM983,6 juta karena harga rata-rata timah lebih rendah dan penjualan lebih rendah dampat dari pandemi Covid-19.

Dikutip dari New Starit Timen (nst.com), Jumat (19/2/2021) , chief executive officer (CEO) Malaysia Smelting Corp Datuk Dr Patrick Yong mengatakan kegiatan operasional grup tetap kuat karena menjalankan rasionalisasi dan meningkatkan efisiensi. Bahkan perusahaan ini tahun 2021 melanjutkan proyek peleburan baru dengan kapasitas yang lebih besar.

“Rencananya kami akan mengoperasikan fasilitas peleburan baru di Pulau Indah akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022. Peleburan baru ini dapat meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan sebesar 50 persen menjadi 60.000 ton per tahun dengan menggunakan tungku Top Submerged Lance (TSL) yang canggih, dengan biaya operasional dan jejak karbon yang lebih rendah. Saat ini, pengujian dan pekerjaan commissioning sedang dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional sebelum mengalihkan seluruh kegiatan peleburan dari pabrik tua Butterworth,” katanya.

Yong menambahkan bahwa pihaknya fokus pada peningkatan produktivitas pertambangan secara keseluruhan. 

Dia menambahkan bahwa pihaknya sedang menjajaki deposit timah baru di tambang Timah Hidraulik Rahman di Klian Intan, serta memperkenalkan teknologi baru untuk meningkatkan hasil penambangan di lokasi tersebut.

Tambang Sungai Lembing telah dimulai dengan produksi rata-rata yang masih minim. Untuk memperluas aktivitas penambangannya, Yong menambahkan bahwa perusahaan sedang menjajaki pengaturan usaha patungan.

“Ke depan, kami positif terhadap prospek MSC Group yang didorong oleh upaya rasionalisasi kami dan minat pada industri timah. Untuk tahun 2021, kita sudah melihat konsumsi timah pulih dengan harga timah tiga  bulan di LME melonjak ke level tertinggi tujuh tahun di US$ 23.443 / ton pada Februari 2021 karena pasokan berusaha untuk memenuhi permintaan," katanya.

Berdasarkan data dari Internasional Tin Assocciation, PT MSCB berada di urutan ke tiga produsen timah dunia setelah PT Yunan Tin dan PT Timah Tbk. Pada tahun 2020, MSCB memproduksi 22.400 ton turun 7 persen dari tahun 2029 sebesar 24.300 ton. (wb)



MEDSOS WOWBABEL