Pelaku Pemerasan Pengunjung Pantai Rebo Diringkus Polisi

Dwi H Putra    •    Rabu, 17 Februari 2021 | 16:14 WIB
Lokal
Caption: Polres Bangka menangkap Pelaku pemerasan menggunakan senjata tajam dan menyebar konten pornografi, terhadap pengunjung Pantai Rebo, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat. (dwi/wb)
Caption: Polres Bangka menangkap Pelaku pemerasan menggunakan senjata tajam dan menyebar konten pornografi, terhadap pengunjung Pantai Rebo, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Pelaku pemerasan menggunakan senjata tajam dan menyebar konten pornografi, terhadap pengunjung Pantai Rebo, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, akhirnya berhasil diringkus Tim Opsnal Polres Bangka. 

Ferdinandus alias Ferdi (45) warga Sungailiat, diringkus Tim Opsnal Polres Bangka dipimpin Ipda Judit Dwi Laksono, ketika melintas di Jalan Sudirman Parit Padang Sungailiat. 

"Berdasarkan laporan korban, tim melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui identitas pelaku," kata Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Ricky Dwiraya Putra Sik, Rabu (18/2/2021). 

"Akhirnya diketahui keberadaan pelaku, tim langsung bergerak, melakukan interogasi. Pelaku mengakui semua perbuatannya, kemudian dibawa ke mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya. 

Kabag Ops melanjutkan pelaku yang biasa bekerja sebagai buruh harian diamankan berikut barang bukti berupa satu unit handphone merk OPPO warna ungu yang berisikan video korban dan empat buah rekaman video lainnya yang direkam oleh pelaku.

Tak hanya itu, turut diamankan satu buah pisau, satu buah parang bergagang plastik warna biru dan satu buah tas nike warna biru jeans.

"Pelaku yang membuat atau menyebarluaskan konten pornografi dan atau pengancaman dan pemerasan ini dijerat Pasal 28 UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 368 KUHPidana," tegas Kabag Ops. 

Ditambahkan Kabag Ops, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban S (19) warga Sungailiat dan J (17) warga Sungailiat, melaporkan pada Senin (25/1/2021) telah terjadi aksi kriminalitas di Pantai Rebo Sungailiat, sekitar pukul 15.00 wib. 

Saat itu korban dan pacarnya didatangi oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal, lalu laki-laki yang tidak dikenal itu langsung mengancam dan memeras korban dan pacarnya untuk menyerahkan handphone dan uang sebesar Rp 100 ribu.

"Tapi korban dan pacarnya tidak mau memberikan dengan alasan untuk kebutuhan sekolah, kemudian pelaku mengancam menggunakan sebilah parang," jelas Kabag Ops. 

Apabila korban tidak memberikan apa yang diinginkan, maka korban akan dilaporkan ke polisi.

"Lantaran korban dan pacarnya takut, maka korban dan pacarnya menuruti apa permintaan laki-laki tersebut, tiba-tiba pelaku mengganti permintannya dengan cara korban harus membuka seluruh pakaiannya dan pideokan," paparnya. 

"Karena korban merasa takut dengan ancaman laki-laki tersebut, maka korban menuruti apa yang pelaku mau. Kemudian pelaku pergi dan meninggalkan korban dengan membawa handphone dan uang Rp100 ribu," pungkasnya. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL