Warga Penyak Berharap PT MSP Berikan Izin Menambang

Herdian wow    •    Kamis, 04 Februari 2021 | 16:44 WIB
Lokal
Caption: Kepala Desa Penyak Sapawi. (her/wb)
Caption: Kepala Desa Penyak Sapawi. (her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com -- Masyarakat Desa Penyak Kecamatan Koba berharap PT Mitra Stania Prima (MSP) memberikan izin menambang dilokasi IUP milik PT MSP yang sudah lama mengais rezeki dilokasi tersebut.

Kepala Desa Penyak Sapawi mengatakan bahwa sebagian besar profesi masyarakat Desanya kebanyakan menambang timah. Salah satu lokasi penambangannya masuk lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT MSP.

Menurutnya, selama ini masyarakat tidak tahu, jika lokasi penambangan biji timah yang dikelola masyarakat selama ini masuk IUP PTMSP. Menurutnya, yang mereka tau daerah itu termasuk Kontrak Karya (KK) PT Koba Tin yang sudah tutup tahun 2013 kemarin.

"Yang namanya tambang rakyat, mereka nambang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dimana timahnya dijual ke pembeli," ujar Sapawi, Kamis, (4/2/2021).

Sapawi melanjutkan saat ini aktifitas masyarakatnya dihentikan oleh PT MSP, dengan alasan sedang pelaksanaan eksplorasi atau mengecek kandungan timah. Masyarakat diminta berhenti kurang lebih tiga bulan, terhitung tanggal 29 Desember 2020 kemarin.

"Masyarakat sekarang menunggu dan minta kejelasan, kapan PT MSP ini memberikan izin masyarakat bekerja di lokasi tersebut," ungkapnya.

Sapawi mengaku belum lama ini, masyarakat sudah pernah melakukan pertemuan dengan PT MSP yang dimediasi oleh pihak Kecamatan Koba. Masyarakat merespon positif, dengan harapan yang bekerja adalah masyarakat setempat.

"Masyarakat juga tidak mempermasalahkan kalau PT MSP membeli hasil timah mereka, tapi dengan hasil yang sesuai. Nah, saat ini, masyarakat lagi-lagi nanya, kapan mereka bekerja," imbuhnya

Menurutnya, Iasudah menyampaikan keinginan masyarakat Desa Penyak kepada pihak PT MSP, saat ini menunggu jawaban dari pihak PT.MSP. 

"Wajar masyarakat nanya, 551,8 hektar milik Desa Penyak merupakan luasan terbesar dari dua Desa lainnya yang masuk IUP PT MSP, yakni Desa Belilik Kecamatan Namang dan Desa Kemingking Kecamatan Sungaiselan," ucapnya

Selain masyarakat dilibatkan, kedepan Sapawi juga minta PT MSP memperhatikan masyarakat setempat dengan program CSR.

"Saat ini, harapan masyarakat untuk bekerja nambang timah jangan digantung lagi," pungkasnya.

Terpisah, perwakilan PT MSP Rio membenarkan sekarang pihak perusahaan meminta aktifitas masyarakat berhenti sesaat. Sebab, pihaknya sedang melaksanakan eksplorasi, mengecek kandungan timah dan lain-lain. 

Eksplotasinya nanti, kata Rio tetap melibatkan masyarakat. Nantinya, PT MSP yang membeli dengan harga yang ditentukan.

"Kitakan bayar pajak, ya soal harga timah kami yang nentukan dan timahnya tidak boleh dijual ketempat lain karena kita yang mempunyai IUP nya," ucapnya

Rio mengaku aktifitas eksploitasi PT MSP melibatkan masyarakat dimulai bulan September 2020 kemarin, sekarang stop sementara. Hal-hal lain, terkait pemberdayaan nanti dibicarakan bersama bidang-bidang lain PT MSP.

"Mengenai izin kapan terbit, nanti tanyakan ke bidang lain. Saya tidak mengetahui, karena saya saat ini fokus ke eksplorasi," tandasnya. (her/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL