Teknologi Ini Bisa Memperpanjang Umur Produksi PT Timah Selama 12 Tahun

Tim_Wow    •    Senin, 01 Februari 2021 | 15:25 WIB
Nasional
Caption: Logo PT Timah Tbk
Caption: Logo PT Timah Tbk

JAKARTA, www.wowbabel.com -– Pengolahan mineral khususnya timah membutuhkan terobosan teknologi untuk memperpanjang umur produksi. Dengan terobosan teknologi ini akan menjawab masalah produksi bijih timah yang dihadapi oleh perushaan penambangan PT Timah Tbk.

Inilah yang dilakaukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Tekmira) Kementerian ESDM yang berhasil mengembangkan terobosan teknologi dengan memperpanjang umur produksi PT Timah Tbk selama 12 tahun.

"Sebagai pengguna jasa Tekmira, kami di PT Timah merasakan kerjasama yang sangat baik karena Tekmira bisa menjawab persoalan besar di PT Timah tekait pengolahan mineral khususnya pengolahan bijih timah primer," ungkap Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT Timah Tbk, Aidil Yuzar dalam siaran pers yang diambil dari website Kementerian ESDM, Minggu (31/1/2021).

Adili menambahkan guna mengoptimalkan hasil penambangan timah dengan mulai menipisnya sumber daya cadangan timah alluvial baik darat maupun laut, Badan Layanan Umum (BLU) Tekmira berhasil menjawab tantangan tersebut dengan melakukan percobaan skala laboratorium, yang selanjutnya discale-up oleh tim litbang PT Timah menjadi skala pabrik dengan kapasitas 400 ton bijih timah primer dan memberikan hasil yang menggembirakan.

"Dengan formula dan kondisi proses yang disusun oleh Tekmira, kami berhasil membuktikan bahwa hanya dengan menggunakan kadar timah 10% dapat menghasilkan kadar timah primer sampai 60%. Jajaran direksi PT Timah Tbk memberikan apresiasi terhadap kinerja litbang kolaborasi PT Timah Tbk dengan Tekmira ini, karena terbukti mampu memberikan solusi untuk perusahaan di masa depan," lanjut Aidil.

Ia menyatakan, potensi timah primer yang dimiliki oleh PT Timah Tbk saat ini lebih dari 500.000 ton, apabila dalam satu tahun mampu mengolah timah primer sebanyak 40. 000 ton, maka umur PT Timah Tbk akan bertambah 12 tahun.

Kerjasama Tekmira-Timah dalam proses dan teknologi ekstraksi bijih timah primer terjalin sejak 2018, yang dimulai dengan kajian proses dan teknologi ekstraksi timah dari bijih primer dengan proses klorinasi basah. Lalu, berlanjut hingga 2020 untuk kajian tekno-ekonomi pengolahan bijih timah primer serta penyusunan studi kelayakan optimalisasi pemanfaatan sisa hasil pengolahan PT Freeport Indonesia (2019-2020).

Koordinator Kelompok Pengolahan dan Pemanfaatan Teknologi Mineral Tekmira Nuryadi Saleh merasa lega atas keberhasilan percobaan skala industri yang dilakukan Timah berdasarkan kondisi proses yang dilakukan di laboratorium Tekmira.

" Untuk ke depannya, perlu dikaji benefisiasi untuk meningkatkan kadar besi di slag yang menghasilkan kadar sesuai grade yang ditetapkan pemerintah supaya bisa diekspor," jelasnya. (Wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE