Ratusan TI Apung Liar di Teluk Kelabat, Samsir: Tolong Tegakkan Aturan

Chairul Aprizal    •    Kamis, 28 Januari 2021 | 19:17 WIB
Lokal
Nelayan Desa Bakit saat menghadiri RDP di Gedung DPRD Bangka Barat.(rul/wb)
Nelayan Desa Bakit saat menghadiri RDP di Gedung DPRD Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Barat menerima audiensi nelayan Desa Bakit Kecamatan Parittiga yang mengadu soal ratusan Ti apung di perairan Teluk Kelabat Dalam, Kamis (28/01/2021), di Gedung Mahligai Betason DPRD Kabupaten Bangka Barat.

Komisi III yang diwakili oleh Wakit Ketua Komisi Drs Samsir dan Sekretaris Komisi Adi Sucipto Atmo menyatakan akan siap menindaklanjuti aspirasi tersebut, akan tetapi mengenai persoalan ini menyangkut bukan hanya warga Bangka Barat tetapi ada warga dari Belinyu juga sehingga harus dipertemukan serta ingin dipastikan apakah ada warga Bakit yang ikut menambang.

"Jadi saya minta semuanya dibuka di sini supaya kita bisa menyelesaikan masalah di internal kita dulu Bangka Barat," ungkap Drs Samsir.

Samsir menyebutkan akan menampung dan akan ditindaklanjuti hasil dari pertemuan itu ke badan musyawarah dan membawa persoalan ini nantinya ke gubernur dan DPRD Provinsi yang berwenang untuk Perda RZWP3K.

"Bangka Barat bisa menyelesaikan hanya dengan duduk bersama dengan Bangka kemudian juga dengan provinsi dengan gubernurnya dengan DPRD-nya, perwakilan kita yang ada di provinsi. Kita duduk bersama kita tekankan tolong tegakkan aturan, aturannya apa, aturannya perda RZWP3K," ungkapnya.

"Untuk apa kita buat aturan itukan kalau tidak ditegakkan, yang menegakkan aturan itu siapa, di provinsi itu ada Satpol PP-nya yang dibawah gubernurnya itukan merekalah penegak aturan mereka punya PPNS," imbuh Samsir.

Ditambahkan Samsir sebenarnya hal yang mudah berhadapan dengan sesuatu yang tidak legal, tinggal mau atau tidaknya menegakkan perdanya.

Sementara itu Adi Sucipto Atmo menerangkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan dan berharap situasi di Bangka Barat tetap dalam keadaan damai dan aman.

"Saya ingin masyarakat menahan diri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan karena kita menginginkan Bangka Barat aman. Nanti juga tolong dipastikan apa ada warga yang pro dan menambang di situ," tukasnya.(rul/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL