Pemilik Tambang Bongkar Peralatan Diawasi Tim Gabungan

Dwi H Putra    •    Rabu, 27 Januari 2021 | 12:04 WIB
Lokal
Caption: Polsek Merawang bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD-KPH) Sigambir Kota Waringin, menertibkan aktifitas tambang inkonvensional (TI) di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (27/1/2021). (dwi/wb)
Caption: Polsek Merawang bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD-KPH) Sigambir Kota Waringin, menertibkan aktifitas tambang inkonvensional (TI) di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (27/1/2021). (dwi/wb)

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Polsek Merawang bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD-KPH) Sigambir Kota Waringin, menertibkan aktifitas tambang inkonvensional (TI) di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (27/1/2021).

Kapolsek Merawang, AKP Alief Rakhman Banyu Aji SPs, mengatakan sebelumnya di lokasi tersebut telah diberi peringatan dan ditertibkan secara persuasif serta pemasangan spanduk, agar masyarakat tidak melakukan aktifitas TI, akan tetapi penambangan ilegal tersebut tetap masih dilakukan masyarakat. 

"Pada saat rombongan tiba di lokasi, tidak ada TI yang beraktifitas, tim melakukan pembongkaran mesin yang dilakukan oleh masing-masing pemilik," kata AKP Alief di Merawang, Rabu (27/1/2021). 

"Di lokasi ada lima unit ponton yang dibongkar oleh pemiliknya," ujarnya. 

Kapolsek menjelaskan selain mengawasi pembongkaran mesin tambang, tim juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat penambang, bahwa diarea ini sudah diberikan peringatan secara persuasif dan pemasangan spanduk sosialisasi agar tidak melakukan aktivitas lagi.

"Tidak menutup kemungkinan aktivitas TI tersebut akan tetap berjalan, karena di lokasi tersebut masih banyak berpotensi mengandung bijih timah," jelas Kapolsek. 

"Personel kami akan terus melakukan patroli dan melakukan pemantauan di tempat yang sudah di larang akan aktivitas TI tersebut," paparnya. 

Ditambahkannya apabila masyarakat tetap membandel melakukan aktifitas penambangan di lokasi dilarang tersebut, maka akan ditindak tegas sesuai dengan hukum dan aturan perundang-undangan yang berlaku terkait pertambangan. 

"Jika tetap membandel, maka akan ditindak tegas, apalagi kawasan itu merupakan hutan dilindungi sesuai sosialisasi dari pihak kehutanan," pungkas AKP Alief. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL