Belasan Pelajar di Bangka Barat Terpapar Covid-19

Chairul Aprizal    •    Senin, 25 Januari 2021 | 17:06 WIB
Lokal
Tabel perkembangan jumlah kumulatif pasien terpapar Covid-19 di Bangka Barat.(ist)
Tabel perkembangan jumlah kumulatif pasien terpapar Covid-19 di Bangka Barat.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Satgas Covid-19 Bangka Barat mencatat selama dua hari berturut-turut yakni tanggal 23 dan 24 Januari 2021 kemarin ada belasan pelajar di Bangka Barat yang terpapar Covid-19.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Bangka Barat, M Putra Kusuma, padatanggal 23 Januari 2021 ada delapan pelajar yang dinyatakan positif Covid-19 di  Bangka Barat.

"Delapan orang kasus baru Covid-19 terdiri dari, Ar (26) dan Ri (23), keduanya berjenis kelamain laki-laki dan berasal dari Kecamatan Muntok,” ungkap Putra.

Sementara daerah lainnya ada enam orang yakni Ah (14), Wi (15)  dan Wa (15). Ketiganya berjenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Tempilang. Sedangkan dari Kecamatan Jebus yakni Nu (15) Perempuan, De (14) laki-laki, dan Fa (15) laki-laki.

"Pemeriksaan dilakukan ada yang bergejala dan ada yang tidak bergejala. Delapan pelajar tersebut dalam perawatan di RSUD dan Wisma Karantina Bangka Barat," terang Putra.

Sedangkan untuk 24 Januari 2021 menyusul penambahan kasus untuk usia pelajar sebanyak lima orang.

"Lima orang kasus baru Covid-19 terdiri dari Mf (13) jenis kelamin laki-laki di wilayah kerja Puskesmas  Sekar Biru, Mr (14) jenis kelamin laki-laki  di wilayah kerja  Puskesmas Sekar Biru sekarbiru. Sedangakan Ja (13) jenis kelamain laki-laki di wilayah kerja Puskesmas Jebus, Sr (15) jenis kelamin perempuan du wilayah kerja Puskesmas Jebus, dan Ma (14) jenis kelamin perempuan di wilayah kerja Puskesmas Puput,” terangnya.

Putra menuturkan kelima pasien tersebut menjalani karantina di wisma karantina dan secara epidemiologis masih terdapat hubungan antara kasus yang terlaporkan hari ini dan kemarin. 

"Kami mengimbau untuk masyarakat yang sudah melakukan test antigen dengan hasil positif untuk dapat isolasi mandiri secara ketat dan menghubungi puskesmas terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan test PCR," imbau Putra.

Putra menyebutkan gejala paling umum yang alami suspek penyintas Covid-19 adalah anosmia atau kehilangan indera penciuman sementara. 

"Betul Anak-anak kita ini sekolah di salah satu pesantren di Pangkalpinang. Prediksi secara epidemiologi begitu dan dihitung dari periode waktu, kami juga sudah melakukan identifikasi dan inventarisir untuk memblocking penyebaran meluas," tutupnya.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL