Dugaan Kasus Pungli Lokalisasi Parit Enam, Pandi: Kami Tidak Pernah Meminta Bantuan

Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Laporan dugaan pungutan liar (pungli) di Lokalisasi Parit Enam Pangkalpinang, berbuntut panjang yang mana kedua belah pihak bersikeras dengan versi masing-masing.

Salah seorang petugas keamanan Lokalisasi Paret Enam, Pandi kepada wowbabel.com, mengatakan apa yang disampaikan Bidang Hukum Pemuda Pancasila (PP) yang menyatakan pihak pengelola wisma yang meminta mereka untuk membantu keamanan.

"Kami tidak pernah meminta bantuan, akan tetapi mereka yang masuk menawarkan diri untuk membackup kegiatan kami," kata Pandi kepada wowbabel.com, Jumat (22/1/2021).

"Kedatangan ke Warkop Kepo bukan untuk memohon minta bantuan mereka, tetapi negosiasi harga yang mereka minta uang setoran tiap bulan agar tidak memberatkan kami," ujarnya.

Lanjut Pandi, bahwa tidak benar apa yang dikatakan oleh Bidang Hukum PP kalau video mereka pada saat penerimaan uang setoran dengan cap stempel itu diam-diam, padahal Satria tahu bahwa rekaman itu atas persetujuan bersama dan tidak dalam keadaan mabuk.

Selain itu bahwa uang setoran bulanan bukan untuk membayar gaji anggota PP yang jaga, itu beda lagi, karena ada anggota PP yang tiap hari selama satu bulan.

"Memang pernah ada dua orang anggota Ormas PP yang bekerja di bagian parkir sebesar Rp 500 per orang selama satu bulan," jelas Pandi.

"Karena terlalu besar dan pihak pengelola wisma tidak sanggup, maka hanya satu bulan saja," paparnya.

Ditambahkan Pandi, bahwa pihaknya menegaskan bahwa tidak pernah memohon mereka anggota Ormas PP untuk membackup aktivitas Lokalisasi Paret Enam, tapi mereka sendiri yang menawarkan diri untuk membackup dengan iming-iming kegiatan berjalan aman dan lancar.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL