Mantan Kades Bantah Ikut Serta Aksi Pencurian Sawit PT GML

Dwi H Putra    •    Rabu, 20 Januari 2021 | 12:23 WIB
Lokal
Caption: Imran saat diamankan Polsek Belinyu. (dwi/wb)
Caption: Imran saat diamankan Polsek Belinyu. (dwi/wb)

PEMALI, www.wowbabel.com -- Dalang aksi pencurian tandan buah sawit milik PT Gunung Maras Lestari (GML) yang berlokasi di Desa Sempan Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), membantah dirinya ikut serta dalam aksi pencurian tersebut. 

Imran alias Boim (46) warga Jalan Selandang Desa Sempan kepada awak media, mengaku keenam pelaku memang sering berada dikediamannya setiap hari. 

"Pada hari itu, mereka datang ke rumah, bilang ke saya mau manen sawit, saya bilang oke," terang Boim di Pemali, Rabu (20/1/2021). 

"Dari keenam pelaku ini empat merupakan dewasa dan dua dibawah umur, saya tahu mereka melakukan aksi itu, tapi saya enggak ikut serta hanya tahu dan mereka izin sama saya," tuturnya. 

Ia juga mengaku merupakan mantan kades dan saat ini bekerja sebagai wiraswasta. 

"Iya, saya mantan kades, sekarang wiraswasta," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pemali, Iptu Joni, menambahkan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan oleh Tim Reskrim, ternyata pelaku juga turut serta dalam aksi dengan berada di perkebunan. 

"Pelaku diringkus Tim Reskrim Polsek Pemali dna Intelkam dipimpin Ps Kanit Reskrim Aipda Teddy M Nainggolan, di rumahnya, 23.00 wib, Sabtu (16/1/2021) kemarin," kata Kapolsek Pemali, Iptu Joni di Pemali, Rabu (20/1/2021). 

Dijelaskannya pelaku bersama teman-temannya memanen buah sawit tanpa izin yang ada di perkebunan sawit PT GML dengan menggunakan egrek, kemudian diangkut dengan menggunakan raga yang terbuat dari rotan dan diletakan di sepeda motor, kemudian buah sawit tersebut dibawa ke rumah pelaku.

Selain itu, ada perbedaan ketika pihak perusahaan dan para pelaku melakukan memanen sawit, yang mana hal itu ditandai dengan bonggol tandan bekas sayatan egrek. 

"Saat ini pelaku diamankan di Polsek Pemali untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Kapolsek Pemali. 

"Pasal yang disangkakan terhadap pelaku yakni Pasal 362 atau Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan selama tujuh tahun penjara," pungkasnya. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL