Penambang Liar Ditenggat Hingga Malam, Tak Angkat Mesin Bakal Disita

Dwi H Putra    •    Selasa, 19 Januari 2021 | 21:06 WIB
Lokal
Caption: Tim gabungan menertibkan tambang ilegal di  Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Selasa (19/1/2021). (dwi/wb)
Caption: Tim gabungan menertibkan tambang ilegal di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Selasa (19/1/2021). (dwi/wb)

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Tim gabungan (Timgab) terdiri dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD-KPH) Kota Waringin Sigambir, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Polsek Merawang dan Koramil Merawang Kabupaten Bangka, menertibkan kegiatan penambangan rakyat yang ada di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Selasa (19/1/2021).

Timgab turun ke lapangan setelah menerima laporan serta keluhan dari warga masyarakat Desa Air Anyir, yang resah terhadap aktivitas tambang ilegal menyebabkan limbahnya naik ke ruas jalan, namun sayangnya ketika timgab datang tidak ada aktivitas penambangan di Kolong Mursal tersebut. 

Sedangkan di lokasi lainnya tidak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Ir Soekarno Babel, terdapat sepuluh set mesin tambang, namun para penambang yang mengetahui kedatangan timgab langsung melarikan diri. 

"Kami sampaikan kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Air Anyir agar memberitahukan kepada masyarakatnya, untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di lokasi hutan lindung, baik melakukan tambang ilegal atau berkebun," kata Kepala UPTD Kota Waringin Sigambir, Bambang Trisula di Merawang, Selasa (19/1/2021). 

Terkait adanya peralatan tambang tersebut, dijelaskan Bambang Trisula, kepada Sekdes Air Anyir diharapkan dapat memberitahukan kepada masyarakat supaya dapat membongkar peralatan tambang hingga pukul 00.00 wib, apabila keesokan harinya masih ada maka akan disita tim dari UPTD KPH Kota Waringin Sigambir. 

"Kepada masyarakat untuk mengangkat sendiri mesin-mesinnya, dikasih tenggang waktu sampai pukul 00.00 wib malam ini, kalau masih tidak diangkat besok pagi tim akan mengangkat dan menyitanya," jelas Bambang. 

Ditambahkannya kedepan sudah dibentuk tim yang terdiri dari Dinas Kehutanan, Polsek Merawang, Koramil Merawang dan Pemerintah Desa Air Anyir, yang tugasnya memantau dan mengecek lokasi-lokasi tersebut. 

"Apabila kedepannya masih dilakukan kegiatan penambangan di lokasi tersebut, konsekuensinya ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," pungkas Bambang. (dwi/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL