Polres Bangka Barat Periksa Belasan Saksi Perusak Mobil Kades Belo Laut

Chairul Aprizal    •    Senin, 04 Januari 2021 | 19:32 WIB
Lokal
Caption: Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan, Sik. (rul/wb)
Caption: Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan, Sik. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Polres Bangka Barat memanggil belasan saksi terkait kasus perusakan mobil desa saat demo menolak Kapal Isap Produksi (KIP) di Kantor Kantor Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (4/1/2021). 

Sejumlah nelayan yang menolak KIP Belo Laut mengaku sejak pagi tadi pukul 09.00 Wib sudah hampir seharian berada di Polres Bangka Barat menunggu giliran dimintai keterangan atas perkara yang dilaporkan Kepala Desa Belo Laut. 

Sayangnya, para nelayan enggan memberikan komentar terkait hal ini kepada sejumlah awak media saat hendak meminta keterangan.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan, Sik  menuturkan sejauh ini sudah ada sembilan orang yang dimintai keterangannya dan dari jumlah 17 orang yang dipanggil cuma satu orang saja yang tidak memenuhi panggilan kepolisian.

"Sementara kita baru klarifikasi, sejauh ini kita masih belum menyimpulkan kenaikan kasusnya sebagai tersangka kita sejauh ini masih melakukan penyelidikan masih PAI pelaku pelaku ini," ucap Kasat Reskrim.

Andri Eko menuturkan setelah nanti dimintai keterangan, baru akan dikembangkan terkait unsur ajakan, dan provokasi terkait kasus perusakan aset Pemerintah Desa.

"Sejauh ini kita masih sebatas interogasi dulu. Berdasarkan hasil olah TKP yang dirusak itu ada beberapa kursi plastik, ada beberapa pot bunga,  instalasi pipa air itu, dan juga mobil Kepala Desa, sama mobil Desa, iya inventaris Desa," jelasnya.

Andri menerangkan untuk mobil Kepala Desa yang dirusak ada pada kaca spion mobil, lampu depan mobil sebelah kanan, dicoret juga, dan disiram dengan air lumpur.

Dari belasan orang yang diperiksa hari ini, diterangkan Kasat Reskrim Polres Bangka Barat bahwa selain terduga pelaku perusakan, juga ada saksi yang saat itu berada di  lokasi pada saat demo dan perusakan terjadi.

"Sudah ada (yang mengaku perusakan-red) dan juga sudah punya bukti-bukti berupa video pada saat itu, video yang direkam pada saat di lokasi," tutupnya. (rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL