Soal KIP Kades Belo Laut Ingin Masyarakat Kondusif

Chairul Aprizal    •    Rabu, 02 Desember 2020 | 12:42 WIB
Lokal
Caption: Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Pro dan Kontra KIP di Desanya, di Gedung Mahligai Betason II DPRD Kabupaten Bangka Barat, Rabu (2/12/2020).  (rul/wb)
Caption: Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Pro dan Kontra KIP di Desanya, di Gedung Mahligai Betason II DPRD Kabupaten Bangka Barat, Rabu (2/12/2020). (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kepala Desa Belo Laut, Kabupaten Bangka Barat  Ibnu meminta masyarakatnya menjaga kondusifitas daerah sehingga tidak terjadi konflik antar masyatakat terkait beroperasinya KIP di Perairan Belo Laut.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Pro dan Kontra KIP di Desanya, di Gedung Mahligai Betason II DPRD Kabupaten Bangka Barat, Rabu (2/12/2020). 

Menurut Ibnu, ada atau tidak adanya operasi KIP tersebut dirinya akan menjalankan programnya yang sudah ada pada visi misinya.

"Mungkin seperti beroperasinya KIP ini wajib bagi saya menjaga kondusifitas masyarakat, tadi kita sudah sama-sama mendengar mungkin curhatlah dari masyarakat saya ini," kata Ibnu.

Ia menjelaskan, masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di desa yakni di Dusun I sebanyak 220 KK, Dusun II sebanyak 79 KK, Dusun III sebanyak 36 KK, Dusun IV sebanyak 23 KK, Dusun VI sebanyak 45 KK, dan Dusun VII sebanyak tujuh KK.

"Mohon maaf masyarakat saya, saya punya kewenangan yang terbatas , saya tahu apa yang bapak-bapak rasakan sama tapi kita hormati semua," ujarnya.

Ibnu menyatakan, sebagai Kepala Desa terkait operasinya KIP tersebut memang tidak pernah menandatangani berkas apapun.

"Karena saya tahu itu kewenangan negara itu pak Dewan, terkait kondisi masyarakat terutama masyarakat yang terdampak saya tahu Dusun I memiliki tambak kerang, dusun II dan III tentunya berdampak sosial kegiatan kalau untuk Dusun VI sejauh ini belum ada yang komplain ke saya," katanya. (rul/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL