PT Timah Sebut KIP di Belo Laut Sesuai Izin

Chairul Aprizal    •    Rabu, 02 Desember 2020 | 16:42 WIB
Lokal
Caption: RDP terkait pro dan kontra KIP di gedung Mahligai Betason II DPRD Kabupaten Bangka Barat, Rabu (02/12/2020). (rul/wb)
Caption: RDP terkait pro dan kontra KIP di gedung Mahligai Betason II DPRD Kabupaten Bangka Barat, Rabu (02/12/2020). (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kepala Bidang Pengawasan KIP Bangka PT Timah Tbk, Ronanta Tarigan menjelaskan bahwa sebagai Perusahaan BUMN maka beroperasinya KIP di Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat memiliki izin.

"Ibarat kita mempunyai kendaraan, kendaraan itu kalau kita lihat semua izin izinnya sudah lengkap itu, negara juga akan mengizinkan kita membawa kendaraan itu," ucap Ronanta dalam RDP terkait pro dan kontra KIP di gedung Mahligai Betason II DPRD Kabupaten Bangka Barat, Rabu (02/12/2020).

Ronanta mempersilakan DPRD dan masyarakat Belo Laut yang menolak KIP tersebut mengecek perizinannya maupun legalitas dari KIP tersebut.

"Kami bisa membuktikan bahwa ini perizinannya, legalitasnya sudah jelas bahwa kita itu negara juga yaitu BUMN. Kami bekerja di setiap IUP yang diberikan oleh Negara kepada PT Timah untuk mengelola itu ada namanya ring 1, ring 2, ring 3," ungkapnya.

Ronanta menerangkan, di setiap wilayah operasi perusahaan  tersebut terdapat CSR sebagai tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat yang terdampak.

"Saya mendengar tadi dari Pak Antoni, Pak Alpian, kami melihat disitu masalahnya adalah tentang nelayan.  Nelayan memang betul kami PT Timah selama ini menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) adalah untuk menambang dilaut," ucap Ronanta.

"PT.Timah juga tidak sendiri karena memang unit PT Timah sendiri tidak banyak, dengan kebutuhan yang sudah kita sampaikan kepada Kementerian ESDM dalam setahun kita harus mendapatkan jumlah tonase biji timah," sambungnya.

Ronanta menuturkan pihaknya sudah menambang di Belo Laut sudah sejak beberapa tahun yang lalu, dan tahun terakhir tahun 2017 dengan KIP. Sebelumnya juga menambang di Perairat Belo pada tahun 1967 dengan menggunakan kapal keruk.

"Mitra kami disini juga pak bukan hanya memberikan kompensasi yang mungkin selama ini cuma dengernya kompensasi saja. Kedepan di beberapa tempat sudah kita lakukan ada program-program nanti dari PT Timah dan juga mitranya akan memberikan pembangunan untuk Desa," tukasnya. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL