Tolak KIP, Ibu-ibu Rela Tidak Masak

Dwi H Putra    •    Selasa, 10 November 2020 | 12:09 WIB
Nasional
Nelayan Matras berkumpul di sebuah pondokl sekitar Pantai Matras untuk menolak masuknya KIP di perairan tersebut.(dwi/wb)
Nelayan Matras berkumpul di sebuah pondokl sekitar Pantai Matras untuk menolak masuknya KIP di perairan tersebut.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Ratusan nelayan dari berbagai wilayah terutama Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali berkumpul di Pantai Matras, untuk mengusir dan menolak adanya aktivitas pertambangan yang dilaksanakan Kapal Isap Produksi (KIP).

Masyarakat terdiri dari laki-laki, ibu-ibu dan anak-anak sejak Selasa (10/11/2020) pagi, berkumpul di salah satu pondok yang biasa digunakan warga untuk berdagang. 

Aksi penolakan ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya, terkhusus lagi sejak Senin (9/11/2020) pagi, disebabkan adanya empat unit KIP dari tujuh unit sesuai rencana yang berlabuh di Perairan Matras.

Penolakan Nelayan Matras bersama beberapa wilayah lainnya seperti Bedukang, Deniang hingga Pesaren Kecamatan Belinyu, bukan kali ini saja. 

Namun, aksi penolakan ini sudah berlangsung sejak akhir 2016 lalu, yang mana para pengelola KIP terus berusaha melaksanakan pertambangan laut di wilayah Perairan Matras. 

"Dari semalam, kami sudah di sini (pantai matras). Kami tidak ingin kapal (KIP) itu beroperasi di sini," kata salah seorang warga, Ayung di Sungailiat, Selasa (10/11/2020).

Tidak hanya Ayung, warga lainnya yakni seorang ibu-ibu, Atut, mengungkapkan dirinya bersama ibu-ibu lainnya, sejak tadi pagi sudah berada di pantai. 

"Kami tidak masak, sudah dari pagi tadi di sini. Kami tahan tidak masak, asal (KIP) pergi dari Matras ini," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung mediasi antara pihak kepolisian, Perwakilan PT Timah, Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) dengan perwakilan nelayan.(dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL