Usai Salat Jumat, Ratusan Massa Gelar Aksi Bela Rasulullah di Pangkalpinang

Hafiz Wow    •    Jumat, 06 November 2020 | 16:55 WIB
Nasional
Front Melayu Bangka Belitung (FMBB) menggelar aksi damai mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap melakukan penghinaan terhadap Rasulullah, Jumat (6/11/2020).(fiz/wb)
Front Melayu Bangka Belitung (FMBB) menggelar aksi damai mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap melakukan penghinaan terhadap Rasulullah, Jumat (6/11/2020).(fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com, -- Front Melayu Bangka Belitung (FMBB) menggelar aksi damai mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap melakukan penghinaan terhadap Rasulullah, Jumat (6/11/2020).

Bertempat di Alun-Alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang, aksi damai Bela Rasulullah ini dihadiri sekitar ratusan umat Islam usai melaksanakan Salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB.

Salah satu orator, Ustadz Dede Irham menyampaikan peserta aksi yang hadir pasti karena mencintai Nabi Muhammad Saw dan Allah SWT. Ia mengajak siapapun yang ingin mendapatkan cinta dan berjumpa dengan Nabi Muhammad Saw ketika di hari kiamat, maka hormati ulama dan perjuangan syariat agama.

"Pertama yang saya ingin sampaikan kalau benar-benar cinta dengan Nabi Muhammad, harus siap berjuang untuk Nabi Muhammad. Kita doain Macron mudah-mudahan mendapatkan hidayah dari Allah. Kenapa Macron menghina Rasullullah karena mereka tidak tau, karena mereka tidak cinta, kita doain tu orang-orang yang cinta dengan Nabi Muhammad mendapatkan hidayah dari Allah Swt," kata Ustadz Dede dalam orasinya, Jumat (6/11/2020)

Koordinator Lapangan Aksi, Ustadz Firman menilai Presiden Prancis Macron melegitimasi kebijakannya atas dasar ideologis dan prinsip kebebasan. Sebagai umat Islam tentu juga punya hak untuk melindungi prinsip kebebasannya.

"Di sinilah kadang-kadang logika kebebasan itu tidak adil. Kalau kepada umat Islam atas nama keadilan kebebasan mereka menghina boleh dilegitimasi. Tetapi hal yang berbeda ketika nilai-nilai mereka kita lecehkan. Maka atas nama keadilan pun lah mereka marah kepada kita. Inilah dunia tidak adil terhadap umat, terhadap kaum muslimin, terhadap Islam," ungkapnya.

Ia mengatakan bangsa manapun yang memiliki etika dan nilai tidak akan melegitimasi sikap Makron tersebut yang mengancam perdamaian dunia. Pihaknya mengingatkan konstelasi dunia akan selalu berubah, dalam konteks militer, politik, ataupun ideologis.

"Oleh karena itu, kita umat Islam Bangka Belitung tidak menginginkan kedamaian dunia itu rusak, oleh sikap hipokrit dan sikap kerdil seorang presiden sekaliber negara besar seperti Prancis," tukasnya.

Aksi berlangsung damai hingga massa membubarkan diri pukul 15.00 WIB.(fiz/wb)





TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL