Al Quran Tetap Dibaca Walaupun Sudah Wisuda

Dwi H Putra    •    Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:02 WIB
Lokal
Caption: Wisuda santriwan/santriwati di Gedung Sepintu Sedulang, (21/10/2020). (dwi/wb)
Caption: Wisuda santriwan/santriwati di Gedung Sepintu Sedulang, (21/10/2020). (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengimbau kepada santriwan/ santriwati Taman Pendidikan Al Quran (TPA) tetap membaca Al Quran, kendati sudah selesai wisuda. 

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Bangka, Hari Subari, wisuda santriwan/ santriwati TPA oleh DPD BKPRMI Kabupaten Bangka ini bagian dari penyiapan generasi qurani, sebagai dukungan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas sesuai misi Bangka Setara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka. 

"Yang perlu dicatat wisuda hari ini bukan akhir membaca Al quran, wisuda ini awal untuk tetap membaca Al quran dan amalannya," kata Hari Subari di Gedung Sepintu Sedulang, (21/10/2020). 

Lanjutnya wisuda ini guna mewujudkan sumber daya manusia yang berintegritas sesuai salah satu misi Bangka Setara, yang kedua mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.

"Ini adalah sumbangsih kami, paling tidak menyiapkan bibit unggul dengan pemahaman Al-quran," ujarnya. 

Wisuda santri TPA Kabupaten Bangka tahun 2020 ini berlangsung selama dua hari yang jumlahnya 2.346 orang, lebih meningkat dibandingkan tahun 2019.

"Wisuda dilakukan dua sesi pada pagi dan siang guna mengikuti protokol kesehatan semasa Covid-19, wisuda juga akan berlangsung pada Kecamatan Belinyu, Merawang dan Mendo Barat," jelasnya. 

"Kami mohon maaf mewakili ustadz dan ustadzah jika ada kata dan khilaf di lapangan, karena pendidik di lapangan juga manusia biasa yang kadang berbeda cara pendidiknya," harapnya. 

Sementara itu, Bupati Bangka, Mulkan sepakat dengan BKPRMI agar santri tidak berhenti membaca Al quran usai wisuda sebagai upaya menjaga akhlak yang baik. 

"Ini tonggak untuk peningkatan akhlak yang mulia, terpuji dan karimah. Bagaimana mereka mengenal huruf Al quran, hijaiyah.  Ini salah satu bisa membantu orang tua, kalau dulu belajar dengan orang tua luar bisa galaknya, tidak sembarangan," katanya.

"Peran orang tua sangat besar terhadap anak untuk mempelajari ilmu agama, terimakasih kepada BKPRMI yang telah memberi pembinaan sehingga anak-anak mencapai puncaknya mengikuti wisuda, memakai toga, dan ini merupakan suatu kebanggaan mereka," pungkas Mulkan. (dwi/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL