ASN Tak Punya Hak Pillih Jangan Maksa Masuk DPT

Caption: Ketua KPU Bangka Barat, Pardi dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT, hari ini, (16/10/2020). (rul/wb)
Caption: Ketua KPU Bangka Barat, Pardi dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT, hari ini, (16/10/2020). (rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com
Ketua Komisi Pemlihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat Pardi,  mengingatkan agar Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) tidak memaksakan masyarakat yang tidak memiliki hak pilih dalam Pilkada Bangka Barat untuk masuk dalam Daftar Pemilih.

Berkaca dari Pilkada sebelumnya, Ia menyebutkan banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun orang yang bekerja di Bangka Barat memaksa untuk dapat memilih dalam pilkada. Padahal, mereka tidak memiliki KTP Bangka Barat.

"Saya ingatkan jangan membuat potensi MK, potensi MK itu yang paling besar disebabkan bukan ketidaktahuan tapi kesengajaan" kata Pardi dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT, hari ini, (16/10/2020).

Ia mengatakan, ASN seharusnya memberikan contoh, pasalnya sudah memahami aturan. Berbeda dengan masyarakat awam yang hanya mengetahui
memiliki hak pilih tapi terkadang tidak mengetahui aturan dan tempat memilih yang sudah ditentukan.

"Beda kalau masyarakat awam mungkin ketidaktahuan, kalau masyarakat awam dia enggak tahu aturan dia tahu hanya KTP dia milih. Misal KTP nya Tanjung tapi dia milihnya di Jebus, karena di memang enggak tahu. Mungkin hanya tau informasinya boleh menggunakan KTP," jelasnya.

Pardi mengungkapkan, pengalaman tahun 2015 kemarin yang patut diwaspadai itu adalah dari kalangan PNS.

"Memang tidak semua PNS, tapi kita harus tegas mau instansi Vertikal mau instansi daerah hati-hati jangan mentang mentang PNS monitoring kunjungan kerja DPT Bangka Barat diterima, hati-hati penyelenggaranya harus fokus," katanya.

Ia mengingatkan, pengawas harus menjalankan tugasnya dengan benar agar tidak menimbulkan pelanggaran.

"Capek kita hanya gara-gara satu PNS yang ngoyo, hari H, DL monitoring alasannya bawa KTP jadi boleh katanya bawa KTP itu ngacau, itu ngacau, kalau pakai A5 itu boleh, siapkan A5 nya tiga hari sebelum hari H silahkan DL mau milih di Tempilang bila perlu milih di Pangkal," ujarnya. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL