Sosok Fidiatun Nofus : Binar dari Tanah Laskar Pelangi

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 25 September 2020 | 09:51 WIB
Opini
Fidiatun Nofus. (Ist)
Fidiatun Nofus. (Ist)

JAUH berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa. Ungkapan ini rasanya sangat pas untuk menggambarkan sosok teman saya yang satu ini. Usianya baru 17 tahun, tapi berbagai kejuaraan nasional telah berhasil ditaklukannya. Dia Fidiatun Nofus, gadis cantik berkacamata yang sukses mematahkan stigma bahwa gelar juara nasional selalu identik dengan anak kota metropolitan.

Hari itu, Saya dan Fifi, panggilan akrab Fidiatun Nofus, duduk santai di gazebo sekolah kami, sesuai dengan janji temu yang telah kami rencanakan. Semilir angin bertiup pelan, ditemani dengan sinar mentari awal hari. Sejuk dan hangat. Pagi mengawali hari ini dengan sangat baik ternyata.

“Gila juga soal kemarin, Ra” celetuk Fifi mengawali percakapan pagi itu. Saya terkekeh mendengarnya.

Kemarin, Fifi baru saja menunaikan amanahnya sebagai perwakilan sekolah dalam lomba Kompetisi Sains Provinsi dalam bidang Geografi. Lomba itu, entah lomba ke berapa yang diikuti oleh Fifi selama bersekolah di SMAN 1 Manggar. Yang jelas, saya sebagai temannya optimis. Fifi, pasti masuk peringkat untuk ke nasional seperti tahun lalu.

Sosok Fifi adalah sosok yang sudah tidak asing lagi di telinga para guru, juga para siswa. Namanya melambung tinggi karena sering mendapatkan prestasi tingkat nasional. Saya juga kadang bosan, tetapi tetap saja takjub tatkala nama beserta prestasi Fifi diumumkan saat apel pagi. Anak keempat pasangan Yusuf Subaidi dan Hartini ini memang bukan main pintarnya.

Di tahun 2019, Fifi pernah menjadi juara 1 OSN (Olimpiade Siswa Nasional) Geografi Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia juga pernah terbang ke Sulawesi Tenggara karena menjadi delegasi Bangka Belitung dalam program Pertukaran Pelajar Berprestasi Siswa Mengenal Nusantara yang diadakan oleh Kementerian BUMN.

Sedangkan tahun 2020, saat penjajah tak kasat mata membelenggu Indonesia, Fifi masih terus mengibarkan bendera kemenangannya di kancah nasional. Bahkan hingga Agustus ini, sudah 3 kejuaraan nasional dalam bidang geografi yang berhasil diraihnya. Dua medali emas berhasil didapatnya dari Liga Olimpiade Pelajar se-Indonesia dan OPSILON (Olimpiade Update Science, Social, and Language Competition). Sedangkan, medali perak sukses ditorehkannya dalam A.S.O (Advanced Science Olympiad).



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE