Langgar Protokol Kesehatan, Kampanye Paslon Terancam Dibubarkan

Firman    •    Jumat, 25 September 2020 | 21:38 WIB
Pilkada
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Abhan.(fn/wb)
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Abhan.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Abhan mengingatkan bagi para pasangan calon yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020, agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19. 

"Bagi pasangan calon (Paslon) yang melanggar aturan protokol kesehatan, akan ada sanksi, seperti sanksi administratif," jelas Ketua Bawaslu RI, Jumat (25/9/2020) di Lantai III Ruangan Pasir Padi, Kantor Gubernur Bangka Belitung. 

Ia juga menjelaskan, selain sanksi administratif bagi paslon yang melanggar protokol kesehatan, Bawaslu bisa juga membubarkan kegiatan kampanye. 

"Misalnya peringatan sampai pembubaran kegiatan kampanye, itu bisa dilakukan Bawaslu dengan membubarkan terhadap peserta kampanye," imbuhnya. 

Tidak hanya itu, ditegaskan Abhan bagi paslon yang terbukti melanggar protokol kesehatan juga ada sanksi lainnya. 

"Ada juga sanksi pidana, yang telah di atur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2018, tentang penyakit yang tidak mau dikarantina," terangnya. 

Selain itu ada juga sanksi lainnya bagi para paslon yang terbukti money politic atau politik uang. 

"Jika terbukti dilakukan para paslon melakukan money politic, sanksi bisa pidana dan administratif, dengan sifat atau kualifikasi yang terjadi TSM berstruktur dan masif bisa sampai diskualifikasi," tegas Abhan.(fn/wb) 



MEDSOS WOWBABEL