Ketua Bawaslu RI : anggota Bawaslu tidak netral akan ditindak tegas

Firman    •    Jumat, 25 September 2020 | 20:01 WIB
Pilkada
Ketua Bawaslu Republik Indonesia (RI), Abhan memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai tahun 2020, di Komplek Perkantoran Gubernur Babel, Jumat (25/9/2020). (firman/wowbabel)
Ketua Bawaslu Republik Indonesia (RI), Abhan memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai tahun 2020, di Komplek Perkantoran Gubernur Babel, Jumat (25/9/2020). (firman/wowbabel)

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Penyelenggara, pengawas, peserta, dan unsur TNI/ Polri di Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan deklarasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai tahun 2020, di Komplek Perkantoran Gubernur Babel, Jumat (25/9/2020).

Dalam acara Dekralasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai tersebut, dihadiri 11 pasangan calon (Paslon) di empat Kabupaten yang akan mengikuti Pilkada di Provinsi Babel dan sejumlah unsur terkait lainnya. 

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Republik Indonesia (RI) Abhan mengungkapkan, Pilkada tahun ini merupakan pilkada pertama ditengah Pandemi virus Corona, namun dengan masih ada waktu tiga bulan sebelum masa pencoblosan, ia yakin penyelenggara mampu mencapai terget 75 persen partisipan pemilih.

"Semoga wabah pandemi ini dapat ditekan sehingga masyarakat tidak ragu datang ke TPS, dan target KPU 75 persen dapat terpenuhi," ungkap Abhan. 

Selain itu ia juga menegaskan, kalau q pihaknya akan bersikap netral dalam mengawasi setiap proses berjalannya pilkada.

"Kami tekankan Bawaslu untuk kerja adil sampai tingkat bawah, jika masyarakat melihat ketidak netral anggota kami, laporkan segera kami akan tindak tegas," tegasnya.

Ditambahkannya, ia tekankan, hasil pilkada akan berintegritas jika semua pihak berintegrasi baik peserta hingga pemilih.

"Pesertanya juga harus punya integritas patuh terhadap aturan mainnya, tidak bisa boleh ada politik uang, cukup adu program adu visi dan misi," tuturnya.

"Pemilih juga harus berintegritas bahwa ini hak konstitusional yang harus digunakan. Lakukan hal ini bukan karena uang," katanya.

Ia berharap, penyelenggaraan pilkada ditengah pendemi tidak menjadi petaka dikemudian hari dan tidak terciptanya kluster baru penyebaran Covid-19.

"Jargon pilkada tahun ini bukan saja hanya aman dan damai, tapi juga pilkada yang sehat, dan masyarakat, penyelenggara, pengawasan, pemilih, semuanya harus sehat," tandasnya. (fir/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE