Pandemik Covid-19 Berpotensi Ganggu Pilkada 2020

Tim_Wow    •    Selasa, 22 September 2020 | 19:12 WIB
Pilkada
Anggota Bawaslu M Afifuddin saat memberikan keterangan pers secara virtual tentang pemutakhiran IKP Pilkada 2020 di Kantor Bawaslu Jakarta, Selasa 22 September 2020. (Foto: Humas Bawaslu RI)
Anggota Bawaslu M Afifuddin saat memberikan keterangan pers secara virtual tentang pemutakhiran IKP Pilkada 2020 di Kantor Bawaslu Jakarta, Selasa 22 September 2020. (Foto: Humas Bawaslu RI)

JAKARTA, wowbabel.com - Bawaslu kembali memutakhirkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 dengan menyoroti tahapan kampanye di masa pandemik covid-19. Hasil penelitian Bawaslu menyebutkan, pandemik covid-19 berpotensi mengganggu pelaksanaan tahapan Pilkada 2020.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menjelaskan Bawaslu menggunakan beberapa indikator untuk mengukur kerawanan dalam konteks pandemik covid-19. Indikator tersebut, lanjut dia, berupa penyelenggara pemilu yang terinfeksi dan/atau meninggal karena covid-19, adanya penyelenggara pemilu yang mengundurkan diri karena pandemik, adanya lonjakan pasien dan korban meninggal dunia karena covid-19, dan adanya penolakan penyelenggaraan Pilkada 2020 dari masyarakat awam maupun dari tokoh masyarakat lantaran pandemik tersebut.

"Dalam IKP Pilkada 2020 kali ini, terdapat 50 kabupaten/kota yang terindikasi rawan tinggi dalam konteks pandemik. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan IKP mutakhir Juni 2020 yang menyebutkan 27 kabupaten/kota terindikasi rawan tinggi dalam hal pandemik covid-19," katanya dalam konferensi pers pemutakhiran IKP Pilkada 2020 di Kantor Bawaslu Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Adapun 10 daerah dengan kerawanan tertinggi dalam aspek pandemik adalah Kota Depok, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Manado, dan Kabupaten Bandung. Kemudian Kabupaten Sintang, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Bandar Lampung.

Afif mengungkapkan pada tingkat provinsi, seluruh daerah yang menyelenggarakan pemilihan gubernur (pilgub) terindikasi rawan tinggi dalam konteks pandemik. Urutannya adalah Kalimantan Tengah, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Jambi, dan terakhir Kalimantan Utara.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE