Tingkat Kesembuhan Pasien Covid di Bangka Capai 96,3 Persen

Dwi H Putra    •    Senin, 21 September 2020 | 19:11 WIB
Lokal
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra.(dok)
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra.(dok)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Tingkat kesembuhan pasien terkomfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus meningkat, seiring semakin berkurangnya warga yang terpapar di wilayah itu. 

Seperti diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, hingga saat ini tingkat kesembuhan di daerah itu mencapai 96,3 persen dari total 82 kasus terkomfirmasi positif. 

Kasus tersebut tersebar di enam kecamatan diantaranya Kecamatan Belinyu sebanyak 11 kasus, di Mendo Barat sebanyak tujuh kasus, di Merawang sebanyak enam kasus, di Pemali sebanyak 26 kasus, di Puding Besar satu kasus dan di Sungailiat sebanyak 31 kasus. 

Kemudian untuk tingkat kesembuhan di Kecamatan Belinyu sebanyak 10 kasus, di Mendo Barat tujuh kasus, di Merawang lima kasus, di Pemali sebanyak 26 kasus, di Puding Besar satu kasus sedangkan di Sungailiat sebanyak 30 kasus. 

"Alhamdulillah, tingkat kesembuhan saat ini 96,3 persen," kata Boy Yandra di Sungailiat, Senin (21/9/2020). 

"Dari total 82 kasus, saat ini masih tiga yang mendapat perawatan medis," ujarnya. 

Lanjutnya dari ketiga pasien terkomfirmasi positif tersebut, dua diantaranya menjalani isolasi dan karantina di Wisma Karantina Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Babel. 

"Sedangkan satu orang dirawat di ruang isolasi bertekanan negatif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Sungailiat," jelas Boy Yandra. 

"Semoga ketiganya bisa segera sembuh, dan Kabupaten Bangka kembali ke zona hijau," paparnya. 

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan protokol kesehatan Covid-19 dalam menjalani aktivitas sehari-hari, sebab tanpa ada kesadaran masyarakat upaya pemerintah memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 akan menjadi percuma. 

"Tidak hanya itu, saat ini Dinkes Bangka melatih tenaga labor dalam pengambilan swab, supaya tidak bergantung dengan tenaga medis RSUD," terang Boy Yandra. 

"BPBD Bangka bersama instansi lainnya juga melalukan razia penegakan disiplin menggunakan masker dengan menerapkan sanksi sosial  phush -up, menyanyikan lagus kebangsaan, melafalkan Pancasila, alhamdulillah penggunaan masker oleh masyarakat meningkat, termasuk penyemprotan disinfektan di tempat umum dan keramaian," pungkasnya. (dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE