Ini Tiga Kluster di Empat Kali Pilkada Beltim

Jurnalis_Warga    •    Sabtu, 12 September 2020 | 17:45 WIB
Opini
Marwansyah SSi (Direktur Leksikal Bangka Belitung, Ketua Panwas Pilkada 2015 dan Ketua KPU Beltim 2003 sd 2008).(ist)
Marwansyah SSi (Direktur Leksikal Bangka Belitung, Ketua Panwas Pilkada 2015 dan Ketua KPU Beltim 2003 sd 2008).(ist)


Oleh: Marwansyah SSi (Direktur Leksikal Bangka Belitung, Ketua Panwas Pilkada 2015 dan Ketua KPU Beltim 2003 sd 2008)


Bukan rahasia umum lagi, dalam pertarungan pilkada di Beltim, tiga sosok sentral di Beltim kerap kali menjadi kluster, dan selalu tampil di arena pilkada sejak berdirinya Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Betapa tidak, Pilkada Beltim dalam empat kali kontestasi yakni pilkada perdana 2005, pilkada kedua 2010, pilkada ketiga 2015 dan pilkada kini 2020 hanya berputar pada tiga kluster politisi ini. 

Siapa saja yang dimaksud tiga kluster politisi tersebut,  Pemerhati Demokrasi dan Politik Lokal Marwansyah SSi memiliki rekam jejak dan peta perjalanan Pilkada Beltim dari waktu ke waktu, tiga darah politisi yang dimaksud adalah Yusril Ihza Mahendra, Basuki Tjahaja Purnama dan Khairul Efendi.

Kilas balik saja ketika pilkada 2010, 5 tahun setelah pilkada perdana Beltim 2005 lanjutan kepemimpinan Beltim kembali dijabat Basuri Tjahaja Purnama yang merupakan adik kandung bupati pertama Beltim Basuki Tjahaja Purnama yang terbilang bupati "fenomenal" pertama dari keturunan tiongha berwarga negara Indonesia. 

Basuri ketika menjadi bupati berpasangan dengan Zarkani sosok pemimpin sederhana dan dekat dengan rakyat tanpa membedakan suku agama ras dan golongan. Keakraban Zarkani pada segala lapisan masyarakat membuat kedua pasangan ini saling melengkapi satu sama lain, bahkan ini merupakan pemimpin Beltim dengan cerminan slogan Satu Hati Bangun Negeri. Basuri berlatar belakang dokter saat  duduk di kursi bupati, yang tentu menjadi modal dasar terkait pemimpin melayani rakyat Beltim. 

Lima tahun berlalu dari 2010, muncul saudara kandung Yusril Ihza Mahendra yakni Yusli Ihza, Anggota DPRD Babel ketika itu yang jelas pertalian darahnya yakni abang kandung dari Yusril. Keberhasilan Yusli meraih suara terbanyak mengalahkan Basuri petahana bupati ketika itu memang sempat agak mengejutkan publik Beltim. Karena deretan prestasi sempat ditorehkan Basuri dalam memimpin Beltim baik nasional maupun tingkat provinsi ketika itu. 

Namun tak disangka memang fenomena demokrasi langsung pilihan rakyat, sekitar 51 persen pemilih ketika itu atau sekitar 32 ribu pemilih lebih memilih pemimpin baru Yusli ihza dibandingkan petahana ketika itu yang berpasangan dengan Fezzi Uktolseja anggota DPRD Beltim yang juga Ketua DPC PDIP Beltim. 

Yusli saat Pilkada 2015 lalu berpasangan dengan Burhanudin pensiunan PNS Pemkab Beltim. Ia juga merupakan adik Bupati Khairul Efendi pengganti Bupati Basuki Tjahaja Purnama hasil Pilkada 2005. Pasalnya ketika itu di tahun 2005,  Bupati pertama hasil Pilkada 2005 Basuki sempat mundur diperjalanan sebagai bupati karena maju sebagai cagub Bangka Belitung (Babel) ketika Pilkada Babel tahun 2007. 

Kini aliran darah politisi Yusril Ihza Mahendra kembali dialirkan  kepada putra mahkotanya Yuri Kemal Fadlullah sebagai Bakal Cabup Beltim di Pilkada 2020. Petahana Bupati Beltim, Yusli abang kandung Yusril tak lagi maju di kontestasi Pilkada Beltim pada masa pandemi Covid 19 ini. 

Dan pilkada kali ini merupakan duel "el clasicco" karena nantinya bila keduanya ditetapkan KPU Beltim pada 23 September 2020 maka akan saling berhadapan dua paslon yakni Cabup Yuri Kemal Fadlullah berpasangan dengan Cawabup Nurdiansyah head to head dengan Cabup Burhanudin dan Cawabup Khairil. Dan nama Burhanudin  petahana Wabup Beltim  merupakan adik kandung  Bupati Beltim dari tahun 2007 sampai 2010 Khairul Efendi.(*)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE