Pilkada Basel, Adit : Saya Punya Mimpi Besar untuk Bangka Selatan

Aston    •    Sabtu, 05 September 2020 | 18:55 WIB
Pilkada
Adit-Damiri diusung tiga parpol, yakni Gerindra, Nasdem dan PAN serta  Hanura, Perindo sebagai partai pendukung dengan jargon BERADAB.(as/wb)
Adit-Damiri diusung tiga parpol, yakni Gerindra, Nasdem dan PAN serta Hanura, Perindo sebagai partai pendukung dengan jargon BERADAB.(as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Satu lagi bakal pasangan calon telah resmi mendaftarkan diri ke KPU Bangka Selatan (Basel), yakni Aditya-Damiri sebagai peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan Tahun 2020, Sabtu (5/9/2020). 

Adit-Damiri diusung tiga parpol, yakni Gerindra, Nasdem dan PAN serta  Hanura, Perindo sebagai partai pendukung dengan jargon BERADAB. 

Ketua KPU Basel, Amri mengatakan berkas pendaftaran diterima KPU kendati masih ada perbaikan yang harus diperbaiki bakal paslon Adit-Damiri.

"Kita terima tapi masih ada yang perlu perbaikan seperti  surat  pengadilan negeri niaga terkait hutang piutang, dan soft copy foto calon. Tahapan Perbaikan 14 sampai 16 September," ujar Amri.

Aditya Rizky Pradana atau yang akrab disapa Adit kepada wartawan mengungkapkan apa yang menjadi motivasi dirinya ikut dalam kontestasi Pilkada  Basel dan harus rela meninggalkan kursi legislatif DPRD Provinsi Babel yang belum genap satu tahun.

" Saya punya mimpi yang luar biasa untuk Bangka Selatan yang lebih baik dan lebih maju lagi, untuk mewujudkan itu saya harus duduk di kursi bupati," kata Adit kepada wartawan. 

Menurut pemuda ini bahwa Bangka Selatan miliki potensi yang besar tinggal bagaimana mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki Bangka Selatan. 

Sektor pertanian dan perindustrian kata dia adalah sektor prioritas pembangunan jika diberikan amanah oleh masyarakat. Dan sektor tersebut memang menjadi fokus pembangunan yang dilakukan oleh Bupati Basel periode 2015-2020, Justiar Noer yang tak lain orang tua Aditya Rizki Pradana. 

Namun, pada kesempatan itu, Adit menepis cuitan-cuitan miring terkait isu dinasti. Menurut pemuda ini, dinasti diartikan sebagai suatu pemberian cuma-cuma, sementara karir ia raih hasil dari perjuangan.

" Kalau dibilang dinasti ini tidak tepat ya, karena dinasti itu suatu yang diberikan, selama ini saya merasa atas apa yang telah saya dapatkan hasil perjuangan saya sendiri. Memang tidak bisa dipungkuri Justiar adalah ayah saya, tapi saya di sini berdiri dan berusaha sendiri dan saya punya mimpi. Tanpa bantuan Pak Bupati Insya Allah kita tetap berjuang untuk kemajauan Bangka Selatan yang lebih hebat lagi," tegasnya.

Ahmad Damiri dipilih sebagai pendamping ia sebut bukan tanpa alasan. Pengalaman birokrasi Damiri untuk memudahkan menata sistem tata kelola pemerintahan.

" Pak Damiri sudah malang melintang di birokrasi dan mantan Sekda Pemkab Basel juga sehingga nanti dapat saling menutupi, dan bisa jadi mentor saya juga. Kepada semua tim yang mungkin kemarin masih bingung ya atau tidak, tapi hari ini jawabannya bahwa kami siap maju dan siap menang," tukasnya.(as/wb) 





MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE