Halangi Penyidik Gakkum KLHK, Oknum Kades Cit Bakal Jalani Persidangan

Tim_Wow    •    Kamis, 03 September 2020 | 16:54 WIB
Nasional
Oknum Kades Cit saat diserahkan ke Kejati Bangka Belitung.(ist)
Oknum Kades Cit saat diserahkan ke Kejati Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com –  Oknum Kades Cit Kecamatan Riausilip berinisial AD (51) yang menghalanghalangi proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Gakkum KLHK, segera menjalani persidangan.

Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera telah menyerahkan AD dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa (2/9/2020).

Kepala Seksi III Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, M Hariyanto mengatakan penetapan AD sebagai tersangka bermula dari pelaksaan Operasi Jaga Bumi Balai Gakkum Sumatera yang berhasil menangkap HS (43) pelaku penambang ilegal di dalam kawasan Hutan Produksi Sungailiat Mapur dan HN (47). 

Saat petugas akan menyita barang bukti, AD bersama puluhan warga mendesak petugas untuk tidak membawa tiga ekskavator. Mereka juga mengintimidasi sopir truk trailer yang akan mengangkut barang bukti.

“Mereka mengancam jika tetap masuk ke lokasi, trailer akan dibakar. Tindakan ini merupakan upaya menghalang-halangi danatau menggagalkan proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Penyidik KLHK,” ungkap Hariyanto dalam rilisnya.

Terkait dengan upaya menghalangi aparat penegakan hukum ini Penyidik Gakkum KLHK akan mempersangkakan AD dengan Pasal 102 Ayat1 Jo. Pasal 22 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukum penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 5 miliar. Penegakan hukum pidana terkait dengan menghalang-halangi dan atau menggagalkan penyelidikan dan/atau penyidikan sebagaimana pasal 102 Ayat 1 Undang-undang No. 18 tahun 2013 ini pertama kali diterapkan oleh penyidik Gakkum KLHK. 

“Untuk itu kasus hukum AD ini harus menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak yang menghalang-halangi dan atau mengagalkan aparat penegakan hukum yang sedang bertugas,” tukas Hariyanto.(wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE