Dandim Babar Tegaskan TNI Tak Miliki Kepentingan Politik di Pilkada Babar 2020

Chairul Aprizal    •    Kamis, 03 September 2020 | 16:37 WIB
Pilkada
Kodim 0431/Bangka Barat menggelar Coffee Morning bersama wartawan tentang Pemilu Damai dan Netralitas TNI di Taman Tirta Perkasa Kodim 0431/Bangka Barat, Kamis (03/09/2020).(rul/wb)
Kodim 0431/Bangka Barat menggelar Coffee Morning bersama wartawan tentang Pemilu Damai dan Netralitas TNI di Taman Tirta Perkasa Kodim 0431/Bangka Barat, Kamis (03/09/2020).(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Dandim 0431/Bangka Barat Letkol Inf Agung memerintahkan kepada pasukannya agar tidak memihak kepada para pasangan calon manapun dalam Pilkada Bangka Barat 2020.

Melalu Coffee Morning dengan Wartawan di Taman Tirta Perkasa Kodim 0431/Bangka Barat, Kamis (03/09/2020), Agung mengatakan sudah menekankan kemarin di hadapan Bawaslu dan setiap apel bersama bahwa TNI tidak ada mendukung salah satu paslon.

"Mungkin ada rekan rekan kami atau anggota kami memiliki hubungan baik dengan salah satu pasangan calon misalnya," kata Dandim Agung.

"Apakah itu hubungan kawan, hubungan saudara selama dia menggunakan pakaian partai pada saat kegiatan kampanye tidak ada kegiatan bersebelahan foto bersama, atau nunjukin iya angka satu, angka dua tidak ada lagi," tuturnya.

Agung menegaskan TNI akan menjaga netralitas karena TNI tidak memiliki hak pilih.

"Bahkan orang KPU punya hak pilih, orang Bawaslu punya hak pilih tapi khususnya TNI dan Polri tidak memiliki hak pilih," tegas Agung.

Tak hanya itu, Dandim juga menyebutkan TNI tidak diperbolehkan mengarahkan istrinya sendiri untuk mencoblos para kandidat tertentu.

"Yang mempunyai hak pilih itu istri kita, terus terang TNI itu nanti akan menjadi pemilih pemula manula nantinya iya kan pas pensiun,” kata Agung.

Agung menyatakan TNI tidak memiliki kepentingan politik apapun pada Pilkada Bangka Barat 2020 nanti kecuali ingin bergabung ke politik maka harus keluar dari TNI.

"Selama kegiatan kampanye kita tidak boleh terlibat secara politik praktis di dalamnya, siapapun di warga negara Indonesia ini boleh memahami tentang politik tapi khusus TNI tidak boleh ikut dalam politik praktis," tukas Agung.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE