Learning and Pleasure : Optimalisasi Pembelajaran Daring dengan Konsep Gamifikasi

Jurnalis_Warga    •    Minggu, 30 Agustus 2020 | 15:06 WIB
Opini
Andri Fernanda (DosenSastraInggris, Universitas Bangka Belitung)
Andri Fernanda (DosenSastraInggris, Universitas Bangka Belitung)

MEREBAKNYA virus Covid-19 membuat proses belajar mengajar di kelas atau luring (luar jaringan) mau tidak mau harus dihentikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif dalam mencegah penularan virus tersebut. Agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, maka pembelajaran daring (dalam jaringan) dianggap sebagai pilihan yang solutif dimana pelajar tetap bisa mendapatkan asupan ilmu. Selain itu, sistem pembelajaran daring ini juga sejalan dengan revolusi industri 4.0 yang digadang-gadangkan dan marak menjadi topik perbincangan dikalangan intelektual dan akademisi beberapa waktu lalu sebelum munculnya virus Covid-19.

Di dalampengaplikasian kelas daring, terdapat beberapa kendala yang pelan-pelan dicarikan solusi selama proses berjalan; seperti biaya yang perlu dikeluarkan untuk membeli paket data internet, waktu pelaksanaan, aplikasi apa yang digunakan, serta bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan. Satu persatu, permasalahan tersebut mampu diatasi. Namun nyatanya, semangat belajar peserta didik tetap merosot.

Misalkan saja, berdasarkan fakta hasil sosialisasi antara jurusan Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung dengan mahasiswa dan mahasiswi seluruh angkatan pada Senin, 22 juni 2020, didapati bahwa hampir mayoritas dari mahasiswa dan mahasiswi Sastra Inggris mengalami kejenuhan saat menjalankan kuliah daring. Selain karena hilangnya suasana kelas –bertemu, berinteraksi langsung dan tatap muka—yang dijalani selama ini, mereka merasa pembelajaran daring hanya banyak berputar pada tugas paper. Bentuk diskusi via chat lewat forum aplikasi online juga dianggap kurang efektif, karena penggunanya –peserta didik maupun dosen—membutuhkan waktu lebih lama untuk mengetik dan men-scrool akibat pesan yang menumpuk, dan penggunaan video conference pun dirasa belum cukup mampu mengembalikan semangat peserta didik dalam proses pembelajaran.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE