Tim KKN UBB Rancang Strategi Pemasaran Produk Olahan Nanas Dari Desa Mendo Barat Sebagai Oleh-oleh Khas Pulau Bangka

Jurnalis_Warga    •    Minggu, 16 Agustus 2020 | 19:16 WIB
Ekonomi
Ragam produk olahan berbahan nanas. (Ist)
Ragam produk olahan berbahan nanas. (Ist)

MENDO BARAT, www.wowbabel.com - Desa Air Duren yang terletak di Kecamatan Mendo Barat ini merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Bangka yang hampir semua penduduknya memiliki perkebunan nanas. Desa ini memiliki tanah perkebunan yang tidak terlalu subur untuk ditanami berbagai jenis sayuran. Karena itu sebagian masyarakat berprofesi sebagai petani nanas yang umumnya bisa ditanami di semua jenis tanah. 

Memiliki tujuan mulia untuk memajukan perekonomian masyarakat desa setempat, Hj. Mariana S.Pd selaku ketua dari kelompok UMKM produk olahan nanas di Desa Air Duren membentuk kelompok usaha yang memproduksi berbagai jenis produk olahan kreatif dari nanas.

“Dengan mengolah nanas menjadi produk-produk menarik, maka harga jual nanas juga akan meningkat, selain itu ibu-ibu desa Air Duren juga bisa lebih aktif berkegiatan. Hampir semua ibu-ibu di desa ini terlibat dalam umkm. Daripada hanya diam dirumah, lebih baik bersama-sama memproduksi olahan nanas di pabrik yang sudah disediakan, mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dari hasil produksi olahan nanas ini,” ungkapnya.

Produksi produk-produk olahan dari nanas ini dimulai pada bulan Mei Tahun 2015. Saat itu produk yang diproduksi masih terbatas pada 3 produk saja yaitu wajid nanas, dodol nanas, dan sirup nanas dengan modal yang sangat minim sebesar Rp 3.000.000. Selang kurang lebih satu tahun setelah umkm sepenuhnya berjalan, modal utama yang digunakan untuk bahan baku meningkat seiring dengan jumlah permintaan yang terus meningkat.

Di tahun pertama pengeluaran untuk modal menjadi Rp8.000.000 dan jenis produk juga bertambah seperti sambelingkung atau abon nanas, permen nanas, kerupuk nanas, dan stik nanas. Selain memproduksi olahan nanas, pabrik ini juga memproduksi olahan lainnya yang bukan berbahan baku nanas seperti sirup jeruk kunci dan minuman sari jahe. 

Menurut pemaparan dari ketua UMKM, Ibu Mariana “Awalnya produksi hanya dilakukan secara manual di salah satu rumah anggota UMKM. Setelah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa mesin dan dana modal akhirnya produksi dipindahkan ke pabrik khusus yang dibangun tepat di depan kantor kepla desa,” terangnya.   



MEDSOS WOWBABEL