Jelang Pilkada Wakil Ketua DPRD Bateng Ingatkan Calon Jangan Hanya Pencitraan

Herdian wow    •    Kamis, 13 Agustus 2020 | 19:00 WIB
Pilkada
Caption: Caption : Wakil Ketua I DPRD Bateng, Batianus. (her/wb)
Caption: Caption : Wakil Ketua I DPRD Bateng, Batianus. (her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com -  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) hanya tinggal hitungan bulan, yang mana Pilkada dan legislatif pada prinsipnya adalah mengambil simpati publik untuk memilih sang calon.

Banyak strategi yang dilakukan sang calon agar dipilih oleh rakyat. Setiap calon memiliki cara dan upaya yang berbeda, termasuk Wakil Ketua I DPRD Bateng, Batianus yang menceritakan awal mula ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai seorang wakil rakyat.

Dorongan keluarga dan masyarakat menjadi alasan utama dirinya mencalonkan diri sebagai seorang wakil rakyat, terlebih pada tahun 2014 pembangunan di daerahnya baik fisik maupun non fisik jauh tertinggal.

"Yang mana mungkin sarana kami kalau dibanding daerah lain tidak sebanding, sehingga ada dorongan untuk saya menjadi anggota dewan," ungkap Batianus, Kamis (13/8/2020) di ruang kerjanya.

Saat ditanyakan terkait pencitraan, politisi Golkar dengan suara terbanyak di Bateng ini mengatakan pencitraan itu belum tentu bekerja, tapi kerja sudah pasti jadi pencitraan, bahkan ia menilai pencitraan yang berlebihan akan menjadi bumerang.

"Banyak pencitraan tapi tidak banyak kerja itu bisa menjadi bumerang, yang terpenting jadi anggota DPRD itu harus banyak bekerja dengan ikhlas dan harus ada bukti nyata di lapangan, banyak orang yang pandai pencitraan tapi tak pandai bekerja," terangnya

Lagipula menurutnya pencitraan itu kalau pun berhasil hanya akan meningkatkan popularitas bukan elektabilitas, sehingga banyak dikenal masyarakat namun belum tentu dipilih oleh masyarakat.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan konsultan politik, dikarenakan biaya untuk menyewa jasa konsultan politik cukup tinggi, sehingga yang terpenting baginya adalah bagaimana seorang calon anggota DPRD bisa dekat dengan masyarakat.

Sedangkan untuk biaya yang ia keluarkan pada saat kampanye, Batianus menjelaskan bahwa biaya politik itu memang ada dan itu berbeda dengan money politic, untuk nominal biaya politik yang ia keluarkan setiap kali mencalonkan diri berkisar antara Rp 100- 200 juta.

"Biaya politik itu digunakan untuk akomodasi, makan minum, transportasi, dan pembelian alat peraga kampanye seperti spanduk yang sesuai dengan peraturan yang ada," bebernya. 

Untuk money politic sendiri Batianus mengatakan dirinya tidak menerapkan hal tersebut, dikarenakan ia menjunjung tinggi politik yang santun dan beretika, dan hal ini menurutnya perlu diedukasi kepada masyarakat.

"Kalau semua diartikan dengan uang berbahaya bagi mental dan cara berpikir masyarakat, mangkanya di Pileg 2019 lalu saya sama sekali tidak menggunakan money politic, saya hanya menggunakan alat peraga kampanye yang sesuai dengan peraturan undang-undang," tukasnya. 

Ia berharap money politic tidak dijadikan cara untuk memenangkan Pilkada yang terpenting cari simpati masyarakat sebanyak mungkin agar pada saat pemilihan bisa menang. (her/wb)



MEDSOS WOWBABEL