Putri Curhat Belajar Daring Kerap Gangguan Sinyal

Caption: Putri Salah Satu Pelajar di SMAN 1 Muntok. (rul/wb)
Caption: Putri Salah Satu Pelajar di SMAN 1 Muntok. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) yang diterapkan beberapa bulan terakhir menuai banyak polemik bagi para siswa. Selain kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi para siswa juga mengeluhkan tentang belum efektinya pembelajaran secara online serta infrastruktur yang tidak mendukung.

Hal ini diutarakan, Putri (17) salah satu siswa di SMAN 1 Muntok. Remaja yang juga aktif di organisasi sekolah ini menceritakan dirinya kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran daring dan era new normal, lantaran kondisi sinyal yang kadang tidak lancar, kesulitan untuk mencari penjual kouta internet dan pulsa. Terutama untuk di daerah-daerah pelosok.

"Kalau daring saya dan teman-teman kita memang mengalami kesusahan pasti, sering susah sinyal seperti di Tempilang, Teritip makanya kami kesusahan," kata Putri, Selasa, (11/08/2020).

Ia agak gembira ketika mendengar akan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka, meski tetap saja sekolah tidak bisa berjalan seperti biasanya dan masih ada pembatasan. Setidaknya, hal ini bisa mengurangi rasa rindunya pada sekolah.

"Setelah New Normal sempat senang sih akhirnya tetap tatap muka lagi sekaligus deg-degan ini virus enggak kelar-kelar," ujarnya.

Ia menceritakan, KBM di era adaptasi kebiasaan baru ini penuh dengan keterbatasan misalnya, tidak bisa berdiskusi di luar jam belajar, pembelajaran dilakukan dalam dua shift, dan wajib mengikuti protokol kesehatan.

"Perbedaan signifikan saat ini adalah kita kan shift-shiftan ini jadi ada yang sudah duluan ada yang dibelakang jadi harus sering-sering sharing juga sih jadi kita juga siap kayak ngejer ketertinggalan itu tadi," katanya.

Kendati demikian, menurutnya orangtuanya lebih senang jika dirinya belajar secara daring lantaran dinilai lebih aman dari wabah Covid-19.

"Kayaknya siapapun berharap bisa milih tatap muka karena daring sangat menyulitkan. Kalau saya sendiri kalau nilai-nilai materi itu sendiri pasti menurun karena memang ya benar gak semua bisa lewat online karena kita tetap butuh figur sosok guru," katanya. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL