Meski Turun, Harga Emas Masih Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Tim_Wow    •    Senin, 03 Agustus 2020 | 11:13 WIB
Ekonomi
Harga Emas Antam per 3 Agustus 2020 di situs logammulia.com. (*)
Harga Emas Antam per 3 Agustus 2020 di situs logammulia.com. (*)

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Sempat berkilau di awal perdagangan pekan lalu, harga emas spot kini cenderung turun ke level US$ 1.972,58 per ons troy, atau turun 0,17 persen pada awal sesi perdagangan Senin (3/8/2020) pukul 09.30 wib.

Sementara, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (ANTM) stagnan alias tidak berubah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (3/8/2020) dibandingkan Sabtu pekan lalu.

Dilansir dari situs logammulia.com, emas Antam batangan 1 gram hari ini dijual Rp1.028.000/batang. Harga tersebut merupakan yang termahal sepanjang sejarah. Sementara itu, untuk harga emas batangan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 97.012.000/batang atau Rp 970.120/gram.

Rekor termahal harga emas Antam tersebut mengikut harga emas dunia yang mendekati rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Jumat (31/7/2020). Pergerakan harga emas Antam memang cenderung mengikuti harga emas dunia, selain juga faktor lain seperti nilai tukar rupiah, serta supply-demand.

Rekor tertinggi harga emas dunia sebelumnya US$ 1.920,3/troy ons dicapai pada 6 September 2011 akhirnya berhasil di pecahkan di awal pekan lalu, nyaris satu dekade lamanya. Di hari Senin (27/7/2020) Harga emas dunia melesat menyentuh US$ 1.945,16/troy ons, rekor tertinggi baru saat itu, tetapi umurnya kurang dari 24 jam.

Selasa (28/7/2020) pagi harga emas emas dunia terbang tinggi menyentuh US$ 1.980,56/troy ons yang kini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa, tetapi menutup perdagangan di US$ 1.970,37/troy ons

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, emas memang gagal mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, tetapi mencetak rekor penutupan perdagangan tertinggi di US$ 1.974,69/troy ons.

"Dengan dukungan yang tak tergoyahkan dari bank sentral, kemungkinan akan melihat kebijakan pelonggaran moneter tetap di banyak negara untuk masa mendatang, ini akan menjaga hasil obligasi rendah dan meningkatkan ekspektasi inflasi dan berpotensi menjaga dolar AS lemah," ungkap analis ANZ dalam memonya kepada Reuters.  

Hal tersebut pun langsung meningkatkan kemilau emas tahun ini. ANZ sendiri menargetkan harga emas bisa tembus US$ 2.300 per ons troy dalam 12 bulan mendatang. (*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE