Pantau Proyek Ruang Isolasi, Kajari Basel: Masyarakat Harus Segera Merasakan Manfaatnya

Kajari Bangka Selatan, Mayasari meninjau pengerjaan proyek ruang isolasi di RSUD Junjung Besaoh Bangka Selatan.(as/wb)
Kajari Bangka Selatan, Mayasari meninjau pengerjaan proyek ruang isolasi di RSUD Junjung Besaoh Bangka Selatan.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bangka Selatan mengunjungi proyek pembangunan dan rehab ruang isolasi tekanan negatif (RITN) di RSUD guna memastikan progres pembangunannya berjalan lancar, Rabu (15/7/2020). 

"Karena pembangunan ini masuk dalam pedampingan kita maka harus kita cek sudah sejauh mana, sudah berapa persen progresnya, saya lihat progresnya sudah bagus," ungkap Kajari Bangka Selatan, Mayasari kepada wartawan. 

Pembangunan dan rehab Ruang Isolasi Tekanan Negatif (RITN) di rumah sakit milik pemerintah itu untuk menangani pasien Covid-19 di kabupaten setempat. 

"Kita pantau terus ya, karena ini  dibutuhkan dalam pelayanan medis, harapan kita semoga segera bisa dipakai masyarakat dan bermanfaat, doa kita Covid-19 segera berakhir dan  kita tetap harus berjaga-jaga," imbuhnya seraya menegaskan Kejari memaksimalkan fungsi pedampingan melalui tim  Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) dibawah naungan Kasi Intelijen.

Sementara pejabat pembuat komitmen (PPK), Yudi Siswanto yang ikut mendampingi megatakan progres pembangunan sudah mencapai 20 persen. 

"Tapi keliahatannya kecil ya, karena apa, ada item pekerjaan nilainya besar tapi belum bisa dikerjakan. Jadi pekerjaan yang besar-besar progresnya bukan pekerjaan struktur tapi pekerjaan arsitektur. Kalau struktur tinggal atap saja, artinya pekerjaan struktur kategori sudah 99 persen lah," jelas Yudi. 

Lebih lanjut dikatakannya, pekerjaan dengan progres besar seperti pembangunan partisi ruang negatif. Item pembangunan lain diataranya ruang transit pasien, ruang ganti baik pasien, petugas medis, dan ruang dokter.

"Serta ada ruang obat, ruang pasien negatif dan positif tapi ruang positif hanya perbaikan tidak dirubah, dan ada juga ruang ganti terakhir, karena petugas keluar harus steril," tuturnya

Sementara nilai proyek tersebut dialokasikan sebesar Rp 1,9 M melalui dana DAK fisik kesehatan.(as/wb)




MEDSOS WOWBABEL