43.346 Pemilih di Pilkades Berikan Suara

Marwansyah, S.Si selaku Direktur Eksekutif Leksikal Babel yang juga Mantan Ketua KPU dan Panwas Pilkada 2015.(ist)
Marwansyah, S.Si selaku Direktur Eksekutif Leksikal Babel yang juga Mantan Ketua KPU dan Panwas Pilkada 2015.(ist)

Oleh:  Marwansyah, S.Si selaku Direktur Eksekutif Leksikal Babel yang juga Mantan Ketua KPU dan Panwas Pilkada 2015


Dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di tengah pandemi covid 19, Kamis (16/7/2020)  akan melibatkan 43.346 pemilih yang diharapkan juga menerapkan protokol kesehatan. Mengingat hingga kini status kedaruratan nasional belum dicabut sehingga kewaspadaan dan pencegahan virus tetap mesti dilakukan karena besar pertaruhanya bagi keselamatan rakyat yang kini menjadi hukum tertinggi bila tak berdisipilin diri.

Untuk itu  agar pemilih, calon, petugas TPS dan para pihak terkait agar patuh menerapkan standar kesehatan yang ketat terutama berada di lingkungan TPS yakni bermasker, cuci tangan dengan disinfektan, jaga jarak hindari kerumunan termasuk antisipasi berbagai kelengkapan TPS yang bisa jadi media perantara penularan seperti alat coblos, tinta penanda sudah memilih termasuk surat suara. 

Sementara itu dari 85 calon kades tersebar pada 19 desa yang gelar pemiilihan tentu akan hanya ada satu kades terpilih nantinya. Namun semua tentunya menang dan kalah merupakan hal biasa dan tantangan sejatinya bukan pada saat pilkades. Tapi apakah 19 kades terpilih dari 85 calon kades dari 19 desa di Beltim akan mampu jalankan amanahnya sebagai pemimpin. Pasalnya saat ini pemerintah pusat memberikan anggaran yang begitu besar bagi desa nilainya miliaran rupiah. Tak itu saja, menjadi kades juga mesti mampu menghadapi kondisi sosial masyarakatnya.

Kini partisipasi lebih dari 40 ribuan masyarakat desa merupakan salah satu syarat untuk mewujudkan pemerintahan desa yang demokratis dan legitimasi. 

Dengan demikian, semakin tinggi partisipasi  rakyat hadir ke TPS tentu akan mencerminkan demokratisasi di desa itu dan akan memperkuat legitimasi kades dalam memimpin. 

Tingginya tingkat partisipasi juga lebih akan menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat desa dalam memahami masalah dan kegiatan di desanya. Lebih jauh pemaknaan partisipasi yang tinggi ini tentu akan memperkuat keabsahan (legitimasi) tinggi. Maka aturan tentang dukungan masyarakat ini dikuatkan dengan batas minimal partisipasi pemilih di pilkades adalah 50 persen plus 1 baru pilkades dianggap sah. 

Jika kurang dari itu maka pilkades dianggal gagal kendati dari perhitungan suaranya sudah ada calon kades memperoleh suara terbanyak. Kegagalan ini tentu berkonsekuensi pilkades kembali akan diulang dan diikuti kembali oleh calon kades yang sama. 

Kini besar harapan masyarakat sejatinya dari pelaksanaan pilkades di Beltim ditengah pandemi Covid19 keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama semua yang terlibat sehingga saat pemilihan tidak saja berlangsung luberjurdil namun juga sehat dan selamat. Sehingga akan terpilih kades yang demokratis dan sesuai pemenuhan harapan masyarakat desa. Semoga.(*)




MEDSOS WOWBABEL