Pengusaha Tambak Udang ‘Lobi’ Izin Lewat Legislatif

Rapat dengar pendapat antara DPRD  Basel dengan APTIN.(as/wb)
Rapat dengar pendapat antara DPRD Basel dengan APTIN.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Tambak Indonesia (APTIN0, Senin (13/7/2020) siang kemarin menggelar pertemuan dengan DPRD Bangka Selatan di Gedung Paripurna DPRD Basel. 

Pertemuan yang turut dihadiri dari unsur pemerintahan tersebut membahas perihal perizinan tambak udang yang telah beraktivitas di Kecamatan Tukak Sadai dan Toboali, namun belum memiliki perizinan. Bahkan, sudah ada tambak yang telah produksi. 

Pertemuan turut dihadiri mantan Bupati Bangka, Yusroni selaku Ketua Harian APTIN sekaligus mengaku memiliki tambak udang di Kawasan Wisata Tanjung Kerasak Desa Pasir Putih Kecamatan Tukak Sadai. 

Pada kesempatan itu, para pengusaha tampak dicecar Ketua Komisi III, Dian Sersanawati yang pernah terlibat adu mulut dengan pengusaha tambak di Tanjung Kerasak saat melakukan inspeksi mendadak lintas komisi beberapa bulan yang lalu dan berujung pada pelaporan ke Polda Babel. 

Pemerintah Pemkab Basel yang diwakili beberapa kepala dinas menyampaikan bahwa lokasi tambak terbentur dengan  zonasi daerah sehingga tidak bisa dikeluarkan perizininan budidaya tambak udang. 

Ketua DPRD Basel, Erwin Asmadi mengatakan pertemuan itu atas ajuan dari pengusaha tambak kemudian digelar rapat dengar pendapat (RDP) antara pengusaha, pemerintah dan dewan perwakilan rakyat. 

"Audiensi ini dilakukan karena mereka dari APTIN ingin menyampaikan kepada kita bahwa mereka berinvestasi di Basel. Ada sebagian tambak yang sudah dapat izin, untuk yang belum, diaudiensi inilah kita ingin mendengar," ujar Erwin Asmadi.

Setelah mendengar paparan dari APTIN, dia menilai persoalannya seperti ada komunikasi yang terputus. Sebab, para pengusaha tambak sudah melakukan aktivitas terlebih dahulu kendati izin belum mengantongi izin.

"Semestinya itu belum boleh dilakukan, sebelum ada izin resmi yang dikeluarkan dari Bupati Basel. Tapi mudah-mudahan nanti dapat dikomunikasikan," kata politisi PDIP itu.

Sementara Yusroni Yazid mantan Bupati Bangka mengakui jika pembangunan tambak udang di wilayah Kecamatan Tukaksadai, tidak dibenarkan secara aturan, apalagi belum mengantongi izin.

"Kami mengakui ada kekurangan dan kesalahan kendalanya itu soal perizinan, kita sudah mengajukan, tapi sampai kini belum keluar. Makanya tadi kita sampaikan," aku Yusroni.

Yusroni yang juga sekaligus mantan anggota legislatif Kabupaten Bangka itu terus berusaha agar aktivitas tambak yang sedang dibangun itu bisa beroperasi secara legal. 

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut ada harapan bagi mereka, lantaran ada wacana pemerintah  merevisi zonasi tata ruang daerah. 

"Biar itu mereka bicarakan dengan pihak eksekutif (revisi tata ruang) Kalau misalnya RDTR nya belum, di RDTR nya dimasukkan juga bisa, kami serahkan sepenuhnya kepada dewan. Intinya perizinan yang dipersyaratkan kami akan siapkan, apapun bentuknya yang sudah disepakati di daerah ini," tukasnya.(as/wb)




MEDSOS WOWBABEL