Hari Ini Matahari di Atas Ka'bah, Cek Arah Kiblat Anda

Caption: Ilustrasi
Caption: Ilustrasi

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com,-- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencacat fenomena matahari diatas Ka'bah akan terjadi pada Rabu (15/7/2020). 

Dalam setahun, Matahari akan bergerak semu dari posisi 23,5o Lintang Selatan (LS) ke 23,5o Lintang Utara (LU) dan sebaliknya. 

Akibat gerak semu ini, pada tanggal tertentu Matahari akan tepat berada di atas suatu bangunan atau kota yang posisinya berada di antara 23,5o Lintang Selatan ke 23,5o LU.

Pada tahun 2020 ini, yang merupakan tahun kabisat, kedua tanggal itu 27 Mei pukul 12.18 Waktu Arab Saudi atau pukul 16.18 WIB. 

Selanjutnya, 15 Juli pukul 12.27 Waktu Arab Saudi atau pukul 16.27 WIB atau pukul 17.27 WITA atau pukul 18.27 WIT. Waktu toleransinya adalah pada tanggal 14 sampai dengan 16 Juli.

"Sesuai informasi ini dua kali dalam setahun dan akan trus terjadi setiap tahun. Matahari lintasan pergerakannya cenderung tetap, dari 23.5 derajat LS ke 23.5 derajat LS dan sebaliknya," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pangkapinang, Kurniaji, Selasa (14/7/2020).

Contoh hal ini adalah saat Matahari tepat berada di atas Ka'bah, yang merupakan arah pusat kiblat bagi umat Islam. Mengingat posisi Ka'bah berada di 21o 25' 21" LU dan 39o 49' 34" BT, dalam setahun Matahari akan tepat berada di atas Ka'bah sebanyak dua kali. 

Pada waktu-waktu tersebut, menurut BMKG, umat Islam dapat melakukan kalibrasi arah kiblat. Proses kalibrasinya adalah:

Sesuaikan jam yang akan digunakan untuk kalibrasi arah kiblat ini dengan jam atom bmkg di http://jam.bmkg.go.id atau http://ntp.bmkg.go.id.

Gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada tanah yang datar untuk kalibrasi arah kiblat ini. Alat ini bisa berupa bandul yang digantung atau tiang pancang atau dinding bangunan yang benar-benar tegak lurus terhadap tanah yang datar.

Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum waktu yang ditentukan di atas hingga 5 menit sesudahnya, dengan puncak kalibrasi pada waktu-waktu di atas.

Selain itu, perhatikan arah bayangan yang terjadi pada alat yang digunakan untuk kalibrasi arah kiblat ini.

Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis yang ditarik itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas Ka’bah.

Sebagaimana kita lihat, waktu kalibrasi arah kiblat tersebut terjadi pada saat Matahari sudah terbenam di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah.

Karena itu, bagi umat Islam yang berada di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah, perlu dilakukan kalibrasi arah kiblat di selain kedua waktu tersebut.

Hal ini dapat dilakukan saat Matahari tepat berada di atas wilayah yang merupakan antipodal Ka’bah, yaitu di 21o 25’ 21” LS dan 140o 10’ 26” BB.

Proses kalibrasi yang dilakukan sama sebagaimana diuaraikan di atas, terkecuali bagian nomor 5 diubah menjadi menarik garis dari posisi alat ke ujung bayangan.

Garis tersebut adalah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas antipodal Ka’bah. (hen/wb)




MEDSOS WOWBABEL